Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna
![]() |
Dosen tidak semuanya menyenangkan bagi mahasiswanya. Tetapi, justru dengan beragam atau keunikan dari masing-masing dosen dapat membuat perkuliahan yang dihadiri mahasiswa lebih berwarna.
Inilah pengalaman dosen unik yang seharusnya tidak terjadi dalam perkuliahan, namun memberikan keunikan sendiri bagi dosen terkait.
1.
Hidupin komputer, sambung ke LCD proyektor, dan tampilkan slide
Banyak dosen
yang mengajar ya sekedar mengajar, yang penting sang dosen telah menyampaikan
materi, mau mahasiswanya paham atau tidak sang dosen tak peduli. Ya, ada tipe
dosen unik yang seperti ini. Biasanya kalau mulai mengajar kuliah, sang dosen hanya
“menerangkan” dari slide power point yang ditampilkan. Alih-alih menerangkan melainkan
hanya sekedar membaca slide yang ada dan tidak peduli para mahasiswanya
memperhatikan, atau paham dengan materi yang diberikan.2. Sibuk dengan urusan pribadinya hingga lupa kepada kewajiban utamanya.
Dosen unik yang seperti ini memang terkadang malah menjadi idaman mahasiswa. Ya, bagaimana tidak menjadi idola, karena seringnya kosong mata kuliah yang diampu dan ujung-ujungnya akan mendapatkan nilai yang bagus di akhir semester. Tapi tidak semuanya lho yang seperti itu.Seharusnya seorang dosen memberikan ilmu kepada mahasiswanya dan sejatinya jika dalam satu semester itu sudah diberikan jatah untuk mengajar apalagi jika mata kuliah yang hanya dengan beban 2 SKS ditambah seringnya absent dari dosen sehingga mengurangi waktu dalam belajar mengajar. Alasan yang diberikan terkadang bisa dikesampingkan dibandingkan tugas utama sebagai dosen. Bahkan ada terkadang ada mahasiswa yang complain malah mendapatkan amukan oleh sang dosen.
Seperti yang sudah diulas di atas jika nilai akan beres walau dosennya jarang hadir, lain ceritanya jika sudah jarang masuk dan di akhir kuliah para mahasiswa mendapatkan nilai ujian akhir yang kecil. Nah, dalam kasus ini yang dirugikan adalah para mahasiswa.
3. Dosen “old school” yang rumit.
Ya, ada juga pasti yang seperti ini, dosen yang sudah tergolong tua dan pemikiran serta cara mengajar ataupun lainnya masih menganut sistem zaman penjajahan dahulu kala. Masih serba manual dan tidak mengenal teknologi masa kini.
Dosen unik yang seperti ini memang unik, namun terkadang juga akan menyusahkan mahasiswa, seperti contoh dosen tidak mau di hubungi via telepon genggam, maunya langsung bertemu langsung, setiap tugas semuanya harus diketik manual alias ditulis tangan, lelah bukan?
4. Mahasiswa pintar menjadi sasaran utama yang empuk.
Menjadi mangsa dan sasaran utama. Ya, kamu yang merasa pintar dan rajin kamu yang akan menjadi incaran dosen pemangsa ini. Eits, tenang kamu tidak akan dimakan dan dimutilasi dan kemudian dijadikan santapan.
Dosen unik seperti ini memang tidak cuma-cuma jika memanfaatkan para mahasiswa cerdas ini, mereka akan memberi reward atau iming-iming berupa nilai yang sempurna. Semuanya tergantung dari kamu, suka atau tidak melakukan tugas itu n mendapat iming-iming berupa nilai yang bagus.
Biasanya mereka disuruh mengerjakan penelitian atau proposal dan apa pun itu yang memang sejatinya merupakan tugas dari dosen tersebut, namun dikarenakan seribu alasan untuk mempermudah pekerjaannya kemudian dilimpahkan kepada mahasiswanya.
Baca juga Tipe Dosen Kayak Gini yang Bikin Mahasiswa Rajin Kuliah!
5. Pintar, namun penyampainnya kurang
Sejatinya semua dosen itu pintar dan memahami dengan jelas setiap mata kuliah yang diampunya. Yang membedakannya hanya bagaimana cara seorang dosen menyampaikan materi yang diberikan. Ada dosen yang memang paham tetapi di saat ia hendak menyampaikan materi kepada para mahasiswanya, materi yang hendak disampaikan itu tidak tersampaikan dengan maksimal.
Memang dan pasti yang mempengaruhi dalam hal ini ada beberapa faktor seperti kurang nya pemahaman mengenai metode pembelajaran dan kurang luwes dalam penyampaian serta masih banyak lagi faktor yang dapat mempengaruhinya.
Walau sang dosen sudah menyampaikan materi dengan baik versinya, namun jika dilihat dari versi mahasiswa jelas akan berbeda. Malahan terlihat membosankan, sulit dimengerti, dan terkadang ada juga yang memutuskan untuk tidak menyimak dikarenakan ujung-ujungnya juga tidak akan paham dengan penjelasan yang diberikan oleh sang dosen.
6. Marah-marah tanpa sebab dan mencampurkan dengan masalah pribadi.
Sebagai seorang tenaga pengajar yang tentunya mempunyai tugas utama yaitu memberikan dan menyalurkan ilmu kepada mereka yang sedang menimba ilmu. Ya, apalagi mereka seorang dosen yang merupakan setingkat di atas seorang guru dan memberikan pelajaran yang lebih kompleks dibandingkan kamu dibangku sekolah.
Tapi terkadang tak jarang ada seorang dosen yang terkadang tidak dapat mengendalikan emosi dan berdampak kepada mahasiswanya. Apalagi jika dosennya tidak dapat mengontrol emosi saat mungkin dia sedang dirundung masalah dan pada saat mengajar dan meluap lah amarahnya saat mengajar.
Namanya juga dosen, sama dengan kita semua, manusia juga. Namun alasan itu sejatinya samar jika kita menilik dari segi professional. Seharusnya tidak ada mix felling atau juga moody dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif.
7. Bapak, Ibu yang selalu telat.
Lucu memang, seolah dosen tak pernah salah. Ya memang celoteh itu terbukti benar adanya. Jika seorang dosen saja boleh telat kenapa mahasiswa tidak diperbolehkan telat. Ya, memang peraturannya seperti itu, peraturan yang tidak tertulis dan tidak entah siapa yang membuat, namun itu berlaku dalam dunia kampus.Mungkin banyak yang protes dan tidak setuju oleh hal yang satu ini. Pernah di antara kalian pasti komplain dan langsung bilang kepada dosen tersebut, dan respon yang didapatkan malah terkadang sangat tidak masuk akal. Respon negative yang di dapatkan salah satunya ada yang mendapat nilai tak lulus yang diberikan kepada dosen unik yang bersangkutan, ada juga yang mendapat semprotan langsung, ironi memang.
Sebaiknya memang hal tersebut harusnya menjadi koreksi bagi sang dosen. Di mana dosen yang seharusnya memberikan contoh yang baik malah memberikan contoh yang sebaliknya. Pepatah ini memang benar dan ada “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”
Itulah dosen unik yang bisa saja terjadi di perkuliahan. Meski begitu, dosen-dosen tersebut tidak pantas dijadikan teladan.

No comments:
Post a Comment