Tuesday, April 11, 2017

8 Tipe Dosen yang Populer di Setiap Kampus, Kamu Termasuk yang Mana?

8 Tipe Dosen yang Populer di Setiap Kampus, Kamu Termasuk yang Mana?



Buat kamu yang masih mengajar atau sebagai dosen, kamu pasti pernah bertemu atau mendapat kelas dari banyak tipe dosen yang unik? Dosen yang cetar dan terkenal di kalangan mahasiswa atau kalangan dosen itu sendiri.
Nah, dosen seperti itu biasanya selalu diingat karena memiliki ciri khasnya sendiri. Berikut ini adalah 8 tipe dosen yang populer di kalangan mahasiswa, check it out!
1.       Dosen Yang Humoris
Dosen yang humoris ini biasanya termasuk dalam dosen yang favorit di kalangan mahasiswa, karena si dosen ini bisa membuat suasana di kelas bisa menjadi sangat menyenangkan. Kelas jadi lebih hidup dan belajar pun jadi hal yang menyenangkan.
Mahasiswa yang mengikuti kelasnya pasti tidak akan merasa mengantuk dan bosan. Pelajaran yang diberikan biasanya akan cepat dipahami oleh mahasiswa. So fun!
Dosen humoris ini biasanya justru dosen yang jenius. Kenapa? Karena membuat humor itu tidak mudah, terlebih harus mengkombinasikan dengan suasana belajar dan materi yang harus dipelajari. Bersyukurlah para mahasiswa yang mendapat dosen seperti ini.
2.       Dosen Gaul
Dosen gaul ini adalah dosen yang biasanya suka nongkrong bersama mahasiswanya, dengan kata lain memiliki jiwa muda. Saat di kelas menjadi dosen, namun ketika di luar kelas menjadi teman nongkrong bareng. Dosen yang satu ini biasanya bisa menjadi teman untuk diskusi tugas yang seru.
Dosen gaul ini tidak selalu menjadi dosen yang favorit di semua mahasiswa, namun menjadi favorit mahasiswa di saat menjadi teman nongkrongnya.
3.       Dosen Hobi Cerita
Dosen tipe ini biasanya lebih banyak bercerita daripada belajar. Beliau bisa bercerita macam-macam namun biasanya beliau bercerita pengalaman atau kegiatan beliau sebelum datang ke kampus untuk mengajar. Topik pembicaraan beliau tidak pernah ada habisnya.
Namun memang bukan termasuk dosen yang sangat difavoritkan di kalangan mahasiswa, biasanya mahasiswa akan senang karena menanti saat di mana materi kuliah berganti cerita-cerita dari sang dosen (yang artinya mahasiswa dapat free time walaupun masih di kelas).
4.       Dosen Berhati Malaikat
Dosen berhati malaikat itu dosen yang seperti bagaimana ya? Dosen ini adalah dosen yang paling diidolakan oleh mahasiswa seantero dunia. Mungkin kamu juga pasti suka dengan dosen dengan tipe ini.
Itu dikarenakan dosen yang satu ini murah hati sekali dalam memberi nilai ke para mahasiswanya. Dosen yang paling mengerti betapa mahasiswa bersusah payah menghadapi rangkaian tugas yang tak kunjung henti.
Siapa yang tidak mau bukan jika mendapatkan dosen murah hati seperti ini terlebih di mata kuliah yang super sulit?


5.       Dosen Selebriti
Dosen selebriti ini adalah dosen yang susah sekali untuk dijumpai di kampus dan susah juga untuk dihubungi karena sibuk dengan urusan luar kampus. Biasanya sih, dosen tidak tetap.
Mahasiswa yang skripsinya dibimbing oleh dosen selebriti ini, harus berjuang dengan keras untuk berjumpa dan mohon bimbingan dari sang dosen. Buat kamu yang lagi masa skripsi dan mendapat pembimbing dosen selebriti, selamat berjuang dengan lapang dada! Don’t ever give up!
6.       Dosen Pelit Nilai
Dosen dengan tipe ini biasanya tak pernah absen dari kicauan para mahasiswa. Dan juga bisa menjadi momok bagi mahasiswa yang kedapatan diajar olehnya.
Namun, dosen yang pelit nilai bukan berarti tidak memiliki kepribadian yang kurang menyenangkan. Mungkin standar penilaiannya yang memang sangat tinggi. Bisa dikatakan bahwa dosen yang satu ini cukup berkualitas.
7.       Dosen Komandan Militer
Kamu pasti sudah bisa membayangkan tipe seperti apa dosen komandan militer ini. Beliau dosen yang super tegas dan paling tidak suka ketika beliau mengajar ada yang berbincang sendiri. Kalau ketahuan biasanya langsung diberi pertanyaan tentang materi yang sedang dibahas.
Selain itu, biasanya dosen ini tidak akan memberikan toleransi ketika ada yang terlambat mengumpulkan tugas. Dosen seperti ini adalah dosen yang menjadi momok mahasiswa. Mahasiswa bisa merasa dunia runtuh ketika membaca nama dosen yang didapat di kelasnya adalah si dosen komandan militer ini.
8.       Dosen Perpustakaan Bergerak
Dosen ini adalah sumber pengetahuan seperti ensiklopedia, beliau bisa tahu banyak hal. Biasanya, dosen ini memang hobi membaca dan koleksi bukunya pasti lumayan banyak dan beragam. Mungkin kalau kamu akrab dengannya, kamu bisa meminjam beberapa koleksi bukunya untuk dijadikan bahan bacaan (khususnya untuk mata kuliah yang diampu oleh dosen ini).
Biasanya dosen dengan tipe ini mengajar mata kuliah seperti sejarah, geografi, geologi, astronomi, arkeologi, etnologi, antropologi, dan sejenisnya. Dosen seperti ini luas sekali pengetahuannya, kamu pasti beruntung jika pernah diajar olehnya.
Itulah 8 tipe dosen yang populer di kalangan mahasiswa. Kira-kira di kampus kamu termasuk seperti apa? Semoga bermanfaat.


Thursday, February 2, 2017

Bagaimana Agar Mahasiswa Senang dengan Anda sebagai Dosen Muda Profesional?

Bagaimana Agar Mahasiswa Senang dengan Anda sebagai Dosen Muda Profesional?

dosen muda

Kamu adalah dosen muda? Atau bercita-cita menjadi dosen? Ini kami ulas tips agar kamu bisa profesional dan mahasiswa senang denganmu.

1. Cobalah Untuk Mengingat Semua Nama Mahasiswa Yang Mengikuti Kelasmu

Karena kamu masih muda bukan hal yang sulit jika kamu menghapal semua nama mahasiswa yang mengikuti kelasmu. Mereka pasti akan terkesan jika saat bertemu di jalan dan saling bertegur sapa kamu bisa mengingat namanya.

Dengan mengingat nama-nama dari anak didikmu kamu juga nggak akan kewalahan jika suatu saat ada mahasiswa yang bermasalah kamu bisa langsung mengenalnya.

Dan biasanya mahasiswa akan merasa bangga jika dosennya bisa mengingat namanya. Tentu kamu dosen muda juga turut senang dong kalau mahasiswa yang kamu ajar bisa loyal dan memperlakukan kamu dengan baik. Yang jelas mahasiswa akan sangat menghargai kamu.

2. Berteman Baik Dengan Mahasiswa

Meski kamu seorang dosen tidak ada salahnya berteman baik dengan mahasiswa yang kamu ajar. Salah satu tipe dosen yang sukai mahasiswa adalah yang bisa berbaur dan akrab dengan mahasiswanya. Tentu kamu sudah pernah merasakannya bukan? sebaiknya kamu belajar banyak dari pengalaman saat kamu masih menjadi seorang mahasiswa.

Meski kamu seorang dosen tidak ada salahnya hangout bareng dengan mahasiswa kamu. Jabatan bukan hal yang bisa membuat sekat antara dosen dan mahasiswa apalagi umur kamu dan anak didikmu nggak beda jauh.

Mahasiswa juga akan merasa senang jika bisa berteman baik dengan dosennya. Secara hal ini sangat sulit dilakukan dengan dosen-dosen yang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi.

Tapi, harus tetap professional. Jangan karena kamu berteman baik dengan mahasiswa terus di dalam kelas mengajar seenaknya. Setidaknya kamu bisa membedakan saat santai dan serius. Jangan sampai mahasiswa memberikan image yang buruk kepada kamu.

3. Berilah Sedikit Motivasi Diselah-Selah Jam Kuliahmu

Karena kamu sudah pernah mengalami apa yang sedang mereka jalani sekarang nggak ada salahnya kamu memberikan motivasi dan berbagi pengalaman yang sudah kamu dapatkan selama menempuh pendidikan di bangku kuliah.

Selain materi kuliah, mahasiswa juga butuh motivasi ataupun cerita pengalaman hidup yang bisa mereka jadikan pelajaran kedepannya.

Kamu bisa bercerita tentang bagaimana kamu menjalani kuliah sampai bisa menjadi dosen seperti sekarang ini, apa yang kamu lakukan ketika dosen sedang memberikan materi kuliah, bagaimana kamu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen.

Banyak hal yang bisa kamu jadikan motivasi untuk para mahasiswa apalagi bagi mahasiswa perantau dan baru semester awal. Biasanya mereka masih bimbang dengan tujuan mereka berkuliah. Disamping sebagai dosen, kamu juga bisa menjadi teman yang baik bagi mereka.

4. Jadilah Dosen Muda Yang Serius Tapi Humoris

Satu hal yang dituntut ada dalam diri dosen muda adalah bagaimana menjadi sosok teman baik bagi mahasiswanya meski adanya perbedaan jabatan. Mungkin bagi sebagian dosen muda hari pertama mengajar adalah pengalaman yang tidak akan kamu lupakan dalam hidupmu.

Berdiri di depan puluhan mahasiswa selama berjam-jam pasti akan membuatmu sedikit deg-degan. Belum lagi kalau salah satu mahasiswa kamu ada yang jail. Emang harus banyak bersabar.

Tunjukkan kalau kamu memang dosen muda yang berbakat. Nggak usah mengajar terlalu kaku. Kamu bisa memberikan sedikit Ice Breaker disela-sela materi kuliah yang kamu sampaikan.

Biasanya mahasiswa akan merasa bosan kalau dosen terlalu lama berceloteh di depan kelas. Belum lagi kalau materi yang kamu bawakan terlalu berat untuk dimengerti. Nggak usah gunakan bahasa yang terlalu tinggi. Cukup yang simple aja dan bisa di mengerti oleh para mahasiswa.

5. Jangan Membanding-bandingkan Mahasiswa

Saat masih di bangku kuliah mungkin kamu pernah mempunyai dosen yang sangat pilih kasih dengan mahasiswa-mahasiswanya. Entah karena dia lebih pintar dari yang lain atau karena dia mempunyai penampilan yang menarik. Meski kamu pernah mengalaminya jangan sampai itu membuatmu melakukan hal yang sama.

Baca juga: 8 Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebagai Dosen Muda


Kamu sudah pernah mengalaminya berarti para dosen muda juga tahu dong rasanya seperti apa? Hal yang paling di benci mahasiswa ketika mereka dibanding-bangdingkan dengan mahasiswa yang lain. Cobalah untuk bersikap adil, tidak ada yang jadi anak emas ataupun anak tiri. Apalagi dalam hal pemberian nilai.

Kalau kamu bisa bersikap adil kepada semua mahasiswa mereka juga akan menghargai kamu. Contohnya saja jika kamu memberikan mereka tugas. Mereka akan dengan senang hati mengerjakannya. Bukankah suatu kebanggan tersendiri juga buat kamu kalau mereka melakukan apa yang perintahkan dengan baik?

6. Jika Kamu Memiliki Penampilan Yang Menarik, Bersiap-siaplah Dengan Gombalan Para Mahasiswa Cowok

Tidak Bisa dipungkiri bahwa di bangku perkuliahan kamu akan banyak bertemu dengan orang baru dan tentunya dengan karakter yang berbeda-beda. Tak hanya itu, kamu juga akan bertemu dengan mahasiswa mulai dari yang berpenampilan biasa saja sampai yang luar biasa kayak jeng Syahr*n*.

Nah seperti apa jadinya kalau yang berpenampilan menarik malah dosennya? Itu merupakan satu nilai plus buat kamu. Sudah dipastikan akan banyak mahasiswa yang ngefans sama kamu apalagi kalau dosennya mempunyai hati yang mulia dan loyal dalam memberi nilai. Benar-benar dosen idaman. Mahasiswa akan rajin mengikuti kuliah yang kamu ampuh dan akan memperhatikan dengan baik.

Tapi, ada kurangnya juga. Pasti kamu akan jadi bahan ledekan di kelas dan tak jarang para mahasiswa cowok akan sering mengeluarkan gombalan-gombalan yang berujung pada modus. Asal kamu bisa professional dan menanggapi tingkah mahasiswa yang suka modus semua pasti akan baik-baik saja.

Itulah 6 tips untukmu yang sudah jadi dosen atau ingin menjadi dosen. Semoga tips ini membuatmu jadi dosen profesional yang disenangi mahasiswa.

Wednesday, December 21, 2016

8 Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebagai Dosen Muda

8 Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebagai Dosen Muda




Anda sebagai dosen muda tentu belum punya banyak pengalaman dalam dunia perdosenan. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini untuk mengenali posisimu sebagai dosen.


1. Statusmu sebagai dosen tidak lantas membuatmu dihormati semua orang. Kadang mahasiswamu malah menyepelekanmu karena usiamu yang masih muda.

Ternyata menjadi dosen pun tidak menjadi jaminan 100% orang akan menghormatimu. Termasuk juga mahasiswamu. Terkadang usiamu yang masih muda dianggap kurang mumpuni dan cenderung disepelekan oleh beberapa mahasiswamu. Mereka pun mengambil kesempatan denga tidak mengerjakan tugas yang kamu berikan atau bahkan membolos di saat kamu mengajar.

Hei, mereka bisa saja sekehendak hati mengikuti kuliahmu. Akan tetapi kamu sebagai dosen punya wewenang penuh memberi mereka nilai yang sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.


2. Dari sekian banyak mahasiswa yang kamu ajar, kadang ada juga mahasiswa yang menarik perhatianmu

Tidak hanya kamu yang menarik bagi mahasiswamu. Terkadang dari sekian banyak mahasiswamu ada pula yang menarik hatimu. Senyumnya yang manis, gayanya yang sederhana membuatmu merasa dia begitu mempesona.

Kamu mulai mengamatinya. Diam-diam kamu mencarinya jika dia tidak nampak di kelasmu. Kamu bersemangat tiap kali dia ada di kelasmu. Namun semangatmu jadi hilang jika dia tidak ada di kelasmu.

Kamu pun mulai mencari tahu tentang siapakah mahasiswamu itu. Angkatan tahun berapa dan tentu saja apakah dia sudah punya pacar. Akan tetapi kadang kenyataan memang tak seindah harapan. Siapa sangka mahasiswa idamanmu sudah ada yang punya.


3. Usiamu yang masih muda membuat mahasiswamu tak segan untuk menghubungimu, bahkan chit chat tidak perlu.

Usiamu yang muda membuat para mahasiswamu tidak canggung untuk berkomunikasi denganmu. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Melalui telepon ataupun berbagai aplikasi smartphone.

Komunikasi yang dilakukan mahasiswamu pun beragam. Ada yang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan perkuliahan dan kampus, ada pula yang jauh dari topik tersebut. Pembicaraan pribadi yang pada akhirnya berujung pada sebuah curhat tak jarang harus kamu temui.

Jika hanya satu atau dua mahasiswa saja mungkin tidak terlalu mengganggu. Akan tetapi jika mahasiswamu lebih dari 10 orang saja yang curhat padamu. Mak, tak kuat awak menghadapi semua ini!


4. Penampilanmu yang masih terlihat muda membuatmu sering kali dianggap sebagai mahasiswa

Kamu tidak harus berusia lanjut untuk menjadi dosen. Pada usiamu yang masih muda, kamu sudah menorehkan prestasi menjadi dosen. Mengajarkan para mahasiswa disiplin ilmu yang kamu kuasai.

Tidak ada yang salah menjadi dosen di usia muda. Hanya saja, dengan penampilanmu yang masih terlihat unyu-unyu itu sering membuat orang salah paham terhadapmu.
Tidak jarang orang lain mengira kamu adalah seorang mahasiswa. Terutama mereka yang kamu temui di lingkungan kampus. "Mas, semester berapa?" adalah pertanyaan yang sering kamu dengar di lingkungan kampusmu.

Ada kalanya kamu merasa senang dengan pertanyaan ini. Setidaknya kamu terlihat awet muda. Hanya saja kalau terus terusan mendapat pertanyaan seperti ini. Hmm~ lama-lama capek juga menjelaskannya.

Paling parah ketika kamu sedang menunggu kelas baru selanjutnya yang harus kamu isi. Kamu menunggu di dalam kelas sembari duduk di bangku mahasiswa. Lalu tiba-tiba saja datang mahasiswamu dan duduk di sebelahmu. Tanpa merasa bersalah dia berkata "Eh, katanya dosen mata kuliah ini nyebelin lho. " Maak~ ini mahasiswa minta ditimpukin kali yak?


Baca juga

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK



5. Dosen muda juga manusia biasa, kamu punya kehidupan tersendiri di luar kegiatan mengajarmu.

Meskipun kamu berstatus sebagai dosen, tetap saja kamu seorang manusia biasa. Dan di usiamu yang masih muda, jiwa mudamu itu sedang bergejolak.

Stress menghadapi pekerjaan dan berbagai permasalahan hidup juga pernah kamu rasakan. Untuk menghadapi hal ini, kamu perlu juga melepas segala penatmu dengan berbagai hiburan dan liburan.

Jadi bukan suatu hal yang mengherankan jika seorang dosen muda sepertimu melakukan perjalan traveling atau sekedar jalan-jalan di sekitar kotamu. Santai saja jika bertemu dengan mahasiswamu. Tidak perlu jaim, kamu dosen muda juga manusia kok.


6. Karena jadi yang paling junior dan dianggap bertenaga ekstra, kamu sering kali mendapatkan pekerjaan ekstra

Usiamu yang masih muda rupanya menorehkan rekor tersendiri di kantormu. Kamu adalah dosen termuda di kantormu. Staff paling muda dan paling junior yang ada di kantormu.

Memang menjadiu sebuah prestasi tersendiri  hanya saja menjadi yang paling muda tidak sepenuhnya menyenangkan. Banyak hal yang harus kamu hadapi dengan sabar dan lapang dada nantinya. Teerutama jika menyangkut dengan tugas dan pekerjaan.

Well ya, menjadi yang paling muda sekaligus paling junior mengharuskan kamu menghormati senior-seniormu yang lain. Bentuk penghormatan ini tidak hanya melalui etiket bersosial saja, tapi juga dalam pekerjaan.

Tidak jarang kamu harus mengerjakan tugas ekstra karena banyak yang mengganggap bahwa kamu adalah seorang dosen berjiwa muda yang lincah, bertenaga ekstra dan belum banyak kepentingan. Padahal kan ya tidak selamanya dosen muda itu full power.


7.  Meski usiamu masih muda, kamu harus membiasakan diri dengan panggilan Pak/Bu

Panggilan Bapak/Ibu ternyata tidak harus ditujukan pada mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Kamu yang menjadi pengajar pun diharuskan untuk dipanggil dengan sebutan Bapak/Ibu.

Awalnya memang terasa risih. Kamu yang masih muda belia tentu saja belum terbiasa dengan sebutan Bapak/Ibu yang terkesan canggung dan kaku. Belum lagi panggilan itu membuatmu merasa jadi lebih tua 5 tahun saja.

Akan tetapi lama-lama kamu pun terbiasa dengan panggilan Bapak/Ibu. Untuk menyenangkan hatimu sendiri kamu pun mensugesti diri sendiri bahwasannya kamu juga calon bapak atau calon ibu. Hitung-hitung bisa untuk latihan menghadapi hari tuamu kelak.


8.  Meski terlihat muda, kharismamu membuat beberapa mahasiswa terpesona

Bukan salah bunda mengandung kok jika penampilanmu itu penuh kharisma dan memikat banyak lawan jenis. Termasuk juga mahasiswa-mahasiswa yang kamu ajar.

Memiliki wajah yang menawan, penampilan yang rapi dan bersahaja serta pembawaanmu yang memukau kerap membuat mahasiswamu bertanya-tanya, kamu ini masih single atau sudah double. Tidak jarang kamu mendengar kerumunan mahasiswa berbisik-bisik mengagumimu.

Malah ada beberapa mahasiswa yang nekat menggodamu. Mulai dari memberi bingkisan-bingkisan kecil hingga yang terang-terangan mengatakan menyukaimu. Bagi kamu yang masih belum punya pasangan sih tidak masalah. Akan tetapi kamu yang sudah mempunyai pasangan, mungkin ini ujian. Haha.

Kamu si dosen yang masih muda, nikmati pekerjaanmu dan juga usia mudamu. Tetap semangat mendidik generasi muda bangsa dan jangan lupa untuk menikmati setiap detik masa mudamu. Jangan sampai kesibukan membuatmu kehilangan momen-momen berhargamu.


Friday, December 16, 2016

Ikuti 8 Cara ini Jika Ingin Jadi Dosen Berprestasi

Ikuti 8 Cara ini Jika Ingin Jadi Dosen Berprestasi

dosen berprestasi

Sebagai dosen, apakah pemerintah pernah menghargai kontribusi Anda di dunia pendidikan tinggi? Dosen yang berprestasi baik memang layak mendapatkan penghargaan. Yaitu, mereka yang berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus. Lalu, apa saja kriteria dosen berprestasi itu?

1. Menghasilkan karya tulis yang diterbitkan di jurnal nasional yang terakreditasi dan/atau jurnal yang mempunyai reputasi internasional;
Sebuah penelitian tidak akan berarti jika penelitian tersebut tidak didokumentasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu cara mendokumentasikan penelitian adalah dengan menghasilkan karyatulis yang dimuat dalam sebuah jurnal nasional ataupun jurnal internasional. Dosen berprestasi adalah dosen yang mampu menghasilkan karya tulis yang diterbitkan di jurnal yang terakreditasi.

2. Memperoleh hak atas kekayaan intelektual;
Salah satu fungsi Tri Darma pendidikan tinggi adalah dalam hal penelitian. Yaitu memajukan dan memperkaya kekayaan intelektual dalam negeri. Bagi seorang dosen yang mampu memperoleh hak atas kekayaan intelektual maka dia memang pantas mendapat penghargaan dari pemerintah.

3. Menjalankan tugas dan kewajiban sebagai dosen dengan dedikasi yang baik;
Dosen berprestasi tidak hanya dalam hal penelitian saja, namun bisa juga berprestasi dalam hal menjalankan tudas dan kewajiban sebagai dosen dengan dedikasi yang baik. Artinya, mengajar dikelas, mengabdi di masyarakat, dan memajukan pendidikan dengan sepenuh hati. Dosen yang berdedikasi tinggi sudah cukup dinyatakan berprestasi tanpa perlu bersusah payah melakukan penelitian yang bertahun-tahun dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

4. Menghasilkan mahasiswa berprestasi akademik atau non-akademik di tingkat nasional dan/atau internasional;
Artinya dosen tersebut membimbing mahasiswanya untuk berprestasi. Oleh sebab itu, dosen yang dekat dengan mahasiswanya dalam kegiatan akademis maupun non akademis, merupakan penentu mahasiswanya berprestasi. Fungsi dosen selain sebagai pengajar juga sebagai pendidik. Membimbing mahasiswa merupakan wujud nyata dosen dalam bidang pendidikan. Dan ketika mahasiswanya berprestasi di dunia
akademik maupun non-akademik, seorang dosen pembimbing layak mendapatkan penghargaan.

5. Menghasilkan capaian kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan tinggi.
Dan kriteria dosen berprestasi terakhir adalah dosen yang mampu menghasilkan capaian kinerja melampaui target yang ditetapkan oleh satuan pendidikan tinggi. Sebagai dosen tidak hanya mengajar seperlunya, meneliti seadanya, dan tanpa target yang jelas. Karena dosen pasti diberikan tugas oleh satuan pendidikan tinggi, maka dosen yang berprestasi adalah dia yang mampu melaksanakan tugas-tugas itu melampaui target yang diberikan dengan hasil yang memuaskan.

6. Mengarang atau menyusun naskah buku yang diterbitkan oleh lembaga resmi;
Dosen dalam memenuhi tugasnya melakukan Tridarma Perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pendidikan, akan lebih bermanfaat (pengabdian) utnuk masyarakat jika hasil penelitian nya diabadikan dalam sebuah buku. Menyusun sebuah buku selain untuk kepentingan akademik, juga sebagai sarana memajukan literasi Indonesia. Menambah koleksi literasi kampus dan referensi ilmu pengetahuan di dunia pendidikan tinggi. Hal ini layak diberi penghargaan. Namun untuk menjadi dosen berprestasi, buku yang diterbitkan haruslah diterbitkan di penerbit buku yang kredibel. yaitu penerbit buku yang diakui oleh IKAPI dan ber-ISBN.

7. Memperoleh penghargaan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan/atau olahraga;
Kriteria dosen berprestasi yang lain adalah dosen yang mampu memperoleh penghargaan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan olahraga. Untuk mendapatkan pengharagaan dalam bidang-bidang tersebut tidaklah mudah. Namun juga tidak mustahil. Bagi dosen yang berdedikasi tinggi dan berhasil memperoleh penghargaan tersebut merupakan prestasi tersendiri.

8. Menghasilkan karya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional;
Seorang dosen dituntut untuk selalu berinovasi, karena ilmu pengetahuan itu selalu berkembang. Dosen yang mampu menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, oleh pemerintah seharusnya diberi penghargaan. karena sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan banyak sekali karya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional atau internasional.


Wednesday, December 7, 2016

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK

hadi susanto
Source: privatewww.essex.ac.uk


Hadi Susanto, dosen asal Indonesia satu ini sangat menginispirasi
Bagi Hadi Susanto, karier yang saat ini ia lakoni tidak lepas dari penderitaan dan perjuangan semasa mudanya. Ia bukanlah seorang yang terlahir di keluarga yang kaya. Ia saja hampir tidak bisa melanjutkan kuliah karena faktor kondisi keluarga. Namun, ia pun berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung. Meski begitu, ia harus tetap berjuang dan mengalami berbagai penderitaan selama kuliah. Nah, bagaimana perjalanan kisah inspiratif Hadi Susanto sehingga sekarang menjadi pakar Matematika?


Terlihat mudah meniti karir, apakah semudah kelihatannya? Tidak!

Pada dua tahun pertama kuliah di ITB, kondisi Hadi Susanto sangat sulit. Walaupun mendapatkan beasiswa, beliau tetap harus kerja sampingan karena uang beasiswa saja tidak cukup. Uang kerja dan beasiswa yang didapatkan itu kemudian dibagi tiga: untuk kebutuhan pribadi di Bandung, keperluan orang tua di kampung halaman, dan biaya kuliah adik.

Bahkan setiap Sabtu-Minggu, beliau rela keliling hotel dan gedung resepsi di Bandung hanya bermodal pakaian rapi. Tanpa mengetahui siapa yang punya hajat, beliau masuk ke pesta orang-orang kaya demi bisa makan. Tak punya uang untuk membeli tiket kereta ekonomi setelah libur Lebaran, beliau naik kereta barang untuk kembali ke Bandung. Duduk di lantai gerbong bersama sekitar seratus orang kurang lebih selama 12 jam itu berlangsung malam hari, tanpa lampu di gerbong. Itu beberapa contoh, yang mana hal kecil seperti makan harian saja tidak mampu dibelinya. Penderitaan lain yang beliau alami banyak sekali.

Meskipun sudah sering mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai seminar tingkat dunia dan menjadi dosen di luar negeri, ilmu tinggi dan penghargaan akademik itu tidak lantas membuat Hadi Susanto tinggi hati dan congkak. Kata teman-temannya, sikap santunnya masih seperti ketika SMA.


Menyelesaikan kuliah dalam 3 tahun dan meraih predikat Mahasiswa Terbaik ITB pada tahun 2000.

Masa kuliah Hadi Susanto sebenarnya hampir 4 tahun. Saat kuliah di ITB, prestasinya yang bagus membuatnya bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat. Kuliah saja memang hanya 3 tahun, akan tetapi memasuki tahun ke-4, beliau maju ke dosennya untuk mengusulkan penelitian Tugas Akhir yang akan beliau lakukan.

Merasa tidak memiliki banyak uang, Hadi ingin segera lulus kuliah agar bisa bekerja dan meringankan beban orangtua. Namun, dosennya memiliki rencana lain. Beliau berkesempatan mengunjungi Belanda selama delapan bulan untuk mengerjakan TA di Universiteit Twente (UT). Ini tidak sesuai dengan rencana sebelumnya, untuk segera lulus cepat dari ITB. Tetapi dosennya meyakinkan bahwa jika beliau bisa mengerjakan penelitian dengan baik, ada kemungkinan beliau mendapat beasiswa sampai S3.

Setelah selesai penelitian di UT, Hadi berkesempatan mendapatkan beasiswa hingga S3. Tapi karena belum wisuda, beliau harus pulang ke Indonesia. Begitu diwisuda pada tahun 2000, Hadi Susanto diumumkan terpilih sebagai penerima Ganesha Prize dengan hadiah mengunjungi Belanda lagi selama 3 bulan, karena ditawari melanjutkan kuliah di sana. Mulai Agustus 2001, Hadi mengambil program kombinasi MSc/PhD untuk periode 4 tahun di UT.


30 kilometer pulang – Hadi Susanto pergi bersepeda demi SEKOLAH

Hadi Susanto kecil yang tidak naik angkutan umum walaupun dia tinggal di luar kota. Setiap hari, dia berangkat pagi-pagi ke sekolah mengendarai sepeda onthel dari rumahnya di Desa Kunir ke sekolahnya di pinggiran Lumajang yang berjarak 15 kilometer. Dapat dibayangkan setiap hari dia harus menempuh 30 kilometer pulang-pergi sekolah.
Pada zaman sekolah beliau dulu, teman-teman yang tinggal di dekat sekolah biasanya berjalan kaki saat berangkat sekolah, yang tinggal agak jauh dari sekolah biasanya diantar-jemput orang tua mereka. Pada masa itu, cuma sedikit yang membawa sepeda motor. Sebagian besar naik sepeda onthel. Sedangkan yang berasal dari luar kota, kebanyakan kos atau naik kendaraan umum.
Tak lupa ia selalu membawa bekal dari rumahnya. Berasal dari keluarga kurang beruntung membuatnya harus bersepeda setiap hari ke sekolah dan tidak jajan di kantin seperti anak-anak lain. Namun, walaupun setiap hari menempuh 30 kilometer pulang – pergi sekolah, tidak lantas membuat otaknya ‘aus’. Dia selalu langganan ranking bagus hingga akhir sekolahnya.


Berpindah-pindah dari Belanda, Amerika Serikat, bahkan berakhir tinggal di Inggris sebagai Doktor Matematika, bagaimana ceritanya?


Begitu selesai studi di Twente, Hadi melanjutkan studi post-doctoral di Massachusetts, Amerika Serikat. Beliau mendapatkan visiting assistant professorship selama 3 tahun di University of Massachusetts (UMass), Amherst. Selain tugas riset, beliau wajib mengajar dua kelas per semester. Menjelang selesai di UMass, beliau mengirimkan sejumlah aplikasi ke beberapa universitas di Amerika Serikat dan Eropa.
Pada awal tahun 2007, beliau menikah dengan seorang sarjana kedokteran dari Universitas Brawijaya, seorang wanita yang belum pernah beliau temui. Hanya ta'aruf lewat dunia maya. Sang istri sempat diajak ke Amerika. Namun, pada tahun 2008, beliau menjadi dosen di University of Nottingham.

Dulu kondisi ekonomi keluarga tak karuan, nyaris membuatnya tidak melanjutkan ke jenjang kuliah

Ia bersemangat kuliah. Untuk membayar uang masuk yang beberapa ratus ribu saja keluarganya tak mampu. Akhirnya, beliau kembali berpikiran untuk tidak mendaftar. Lagi-lagi, sang ibu berjuang hingga detik terakhir. Ketika pada akhirnya beliau bisa berangkat ke Bandung, satu tekad beliau adalah untuk berhasil dan membahagiakan keluarga.
Hadi Susanto yang lahir di sebuah desa kecil di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini, mengenyam pendidikan di SDN Kunir Lor 1, SMPN Kunir, dan SMAN 2 Lumajang. Saat masih duduk di sekolah dasar, beliau selalu mewakili lomba cerdas cermat di tingkat kabupaten. Tetapi, karena grogi melihat murid dari sekolah lain yang selalu tampak keren dan bergaya daripada beliau saat itu, beliau selalu tidak mendapatkan poin. Sekarang dunia berbalik; banyak yang "grogi" melihat peraih Ganesha Prize (Mahasiswa Terbaik ITB) tahun 2000 itu.

Usaha orangtua Hadi Susanto sebagai pedagang kain dan baju di pasar mengalami kebangkrutan total, yang membuat keluarganya terjebak rentenir hingga terpaksa harus menjual sawah dan rumah yang mereka punya, persis menjelang beliau lulus SMA. Beliau pun hampir menyerah tidak ikut UMPTN karena sangat kesulitan masalah ekonomi. Beruntung keluarga, terutama sang ibu, tetap mendukung meski kondisi ekonominya tidak karuan.

Lulus dari SMA, beliau diterima di Jurusan Matematika ITB. Hal yang menarik adalah, beliau lolos UMPTN tanpa kursus dan mengambil tes di Jember (karena Jember lebih dekat dengan Lumajang). Padahal, terdengar kabar kemungkinan lolos UMPTN kecil jika tidak melakukan tes di Bandung. Namun, beliau nekat ambil UMPTN di Jember.

Nah, bagaimana respons Anda setelah mengetahui kisah pakar Matematika satu ini? Semoga kisah Hadi Susanto ini menginspirasi Anda untuk semangat belajar dan selalu berjuang demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih mulia.


Thursday, December 1, 2016

Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna

Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna

dosen unik



Dosen tidak semuanya menyenangkan bagi mahasiswanya. Tetapi, justru dengan beragam atau keunikan dari masing-masing dosen dapat membuat perkuliahan yang dihadiri mahasiswa lebih berwarna.

Inilah pengalaman dosen unik yang seharusnya tidak terjadi dalam perkuliahan, namun memberikan keunikan sendiri bagi dosen terkait.


1. Hidupin komputer, sambung ke LCD proyektor, dan tampilkan slide

Banyak dosen yang mengajar ya sekedar mengajar, yang penting sang dosen telah menyampaikan materi, mau mahasiswanya paham atau tidak sang dosen tak peduli. Ya, ada tipe dosen unik yang seperti ini. Biasanya kalau mulai mengajar kuliah, sang dosen hanya “menerangkan” dari slide power point yang ditampilkan. Alih-alih menerangkan melainkan hanya sekedar membaca slide yang ada dan tidak peduli para mahasiswanya memperhatikan, atau paham dengan materi yang diberikan.



2. Sibuk dengan urusan pribadinya hingga lupa kepada kewajiban utamanya.

Dosen unik yang seperti ini memang terkadang malah menjadi idaman mahasiswa. Ya, bagaimana tidak menjadi idola, karena seringnya kosong mata kuliah yang diampu dan ujung-ujungnya akan mendapatkan nilai yang bagus di akhir semester. Tapi tidak semuanya lho yang seperti itu.

Seharusnya seorang dosen memberikan ilmu kepada mahasiswanya dan sejatinya jika dalam satu semester itu sudah diberikan jatah untuk mengajar apalagi jika mata kuliah yang hanya dengan beban 2 SKS ditambah seringnya absent dari dosen sehingga mengurangi waktu dalam belajar mengajar. Alasan yang diberikan terkadang bisa dikesampingkan dibandingkan tugas utama sebagai dosen. Bahkan ada terkadang ada mahasiswa yang complain malah mendapatkan amukan oleh sang dosen.

Seperti yang sudah diulas di atas jika nilai akan beres walau dosennya jarang hadir, lain ceritanya jika sudah jarang masuk dan di akhir kuliah para mahasiswa mendapatkan nilai ujian akhir yang kecil. Nah, dalam kasus ini yang dirugikan adalah para mahasiswa.



3. Dosen “old school” yang rumit.


Ya, ada juga pasti yang seperti ini, dosen yang sudah tergolong tua dan pemikiran serta cara mengajar ataupun lainnya masih menganut sistem zaman penjajahan dahulu kala. Masih serba manual dan tidak mengenal teknologi masa kini.

Dosen unik yang seperti ini memang unik, namun terkadang juga akan menyusahkan mahasiswa, seperti contoh dosen tidak mau di hubungi via telepon genggam, maunya langsung bertemu langsung, setiap tugas semuanya harus diketik manual alias ditulis tangan, lelah bukan?



4. Mahasiswa pintar menjadi sasaran utama yang empuk.


Menjadi mangsa dan sasaran utama. Ya, kamu yang merasa pintar dan rajin kamu yang akan menjadi incaran dosen pemangsa ini. Eits, tenang kamu tidak akan dimakan dan dimutilasi dan kemudian dijadikan santapan.

Dosen unik seperti ini memang tidak cuma-cuma jika memanfaatkan para mahasiswa cerdas ini, mereka akan memberi reward atau iming-iming berupa nilai yang sempurna. Semuanya tergantung dari kamu, suka atau tidak melakukan tugas itu n mendapat iming-iming berupa nilai yang bagus.

Biasanya mereka disuruh mengerjakan penelitian atau proposal dan apa pun itu yang memang sejatinya merupakan tugas dari dosen tersebut, namun dikarenakan seribu alasan untuk mempermudah pekerjaannya kemudian dilimpahkan kepada mahasiswanya.


Baca juga Tipe Dosen Kayak Gini yang Bikin Mahasiswa Rajin Kuliah!


5. Pintar, namun penyampainnya kurang


Sejatinya semua dosen itu pintar dan memahami dengan jelas setiap mata kuliah yang diampunya. Yang membedakannya hanya bagaimana cara seorang dosen menyampaikan materi yang diberikan. Ada dosen yang memang paham tetapi di saat ia hendak menyampaikan materi kepada para mahasiswanya, materi yang hendak disampaikan itu tidak tersampaikan dengan maksimal.

Memang dan pasti yang mempengaruhi dalam hal ini ada beberapa faktor seperti kurang nya pemahaman mengenai metode pembelajaran dan kurang luwes dalam penyampaian serta masih banyak lagi faktor yang dapat mempengaruhinya.

Walau sang dosen sudah menyampaikan materi dengan baik versinya, namun jika dilihat dari versi mahasiswa jelas akan berbeda. Malahan terlihat membosankan, sulit dimengerti, dan terkadang ada juga yang memutuskan untuk tidak menyimak dikarenakan ujung-ujungnya juga tidak akan paham dengan penjelasan yang diberikan oleh sang dosen.



6. Marah-marah tanpa sebab dan mencampurkan dengan masalah pribadi.
Sebagai seorang tenaga pengajar yang tentunya mempunyai tugas utama yaitu memberikan dan menyalurkan ilmu kepada mereka yang sedang menimba ilmu. Ya, apalagi mereka seorang dosen yang merupakan setingkat di atas seorang guru dan memberikan pelajaran yang lebih kompleks dibandingkan kamu dibangku sekolah.
Tapi terkadang tak jarang ada seorang dosen yang terkadang tidak dapat mengendalikan emosi dan berdampak kepada mahasiswanya. Apalagi jika dosennya tidak dapat mengontrol emosi saat mungkin dia sedang dirundung masalah dan pada saat mengajar dan meluap lah amarahnya saat mengajar.

Namanya juga dosen, sama dengan kita semua, manusia juga. Namun alasan itu sejatinya samar jika kita menilik dari segi professional. Seharusnya tidak ada mix felling atau juga moody dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif.


7. Bapak, Ibu yang selalu telat.

Lucu memang, seolah dosen tak pernah salah. Ya memang celoteh itu terbukti benar adanya. Jika seorang dosen saja boleh telat kenapa mahasiswa tidak diperbolehkan telat. Ya, memang peraturannya seperti itu, peraturan yang tidak tertulis dan tidak entah siapa yang membuat, namun itu berlaku dalam dunia kampus.

Mungkin banyak yang protes dan tidak setuju oleh hal yang satu ini. Pernah di antara kalian pasti komplain dan langsung bilang kepada dosen tersebut, dan respon yang didapatkan malah terkadang sangat tidak masuk akal. Respon negative yang di dapatkan salah satunya ada yang mendapat nilai tak lulus yang diberikan kepada dosen unik yang bersangkutan, ada juga yang mendapat semprotan langsung, ironi memang.

Sebaiknya memang hal tersebut harusnya menjadi koreksi bagi sang dosen. Di mana dosen yang seharusnya memberikan contoh yang baik malah memberikan contoh yang sebaliknya. Pepatah ini memang benar dan ada “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”


Itulah dosen unik yang bisa saja terjadi di perkuliahan. Meski begitu, dosen-dosen tersebut tidak pantas dijadikan teladan.


Inilah 7 Tipe Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

Inilah 7 Tipe Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

tipe dosen

Dosen perlu memiliki sikap yang menyenangkan bagi mahasiswa. Jika mahasiswa terkesan dengan sikap Anda, kehadiran Anda sebagai dosen akan dirindukan mahasiswa. Inilah tipe-tipe dosen yang membuat mahasiswa bisa rindu dengan kuliahnya.


1. Dosen yang Murah Nilai Adalah Malaikat!


Tidak bisa dipungkiri nilai adalah salah satu hal terpenting yang dikejar mahasiswa dalam sebuah perkuliahan. Ada yang bilang nasib mahasiswa untuk lulus ada pada nilai tersebut. Terlebih jika hendak melamar pekerjaan akan ditentukan standard minimal nilai indeks prestasi yang harus dipenuhi.
Kamu tentu suka jika dosen mata kuliah kamu murah dalam memberi nilai. Hal ini adalah keberuntungan bagi kamu terlebih nilai adalah hal utama yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. Dosen yang seperti ini menjadi favorit bagi semua kalangan mahasiswa.
Jika kamu menemui satu dosen yang tidak murah nilai ini akan menjadi kendala kamu dalam semester tersebut. Bisa jadi kamu akan mengulang mata kuliah itu saja disemester berikutnya. Jadi dosen yang baik dan murah akan nilai bagaikan malaikat baik hati, bukan?


2. Jadi Dosen Harus Update Teknologi juga, dong!

"Hore... Mata kuliah Komunikasi Massa kosong!". Eh tapi jangan senang dulu. Ada video conference dari pak dosen. Yap, Di jaman kemajuan teknologi saat ini sepertinya aneh jika mendapati dosen yang masih tidak update dengan gadget.
Teknologi akan semakin memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa untuk berkomunikasi atau memantau tugas-tugas mahasiswanya misalnya. Dan dengan menggunakan gadget menjadikan dosen tersebut semakin mudah untuk mobile walaupun tidak dikelas pada saat jam perkuliahan.
Kamu tentunya sudah terbiasa jika mendapatkan tugas dan mengumpulkannya melalui e-mail bukan? atau mengerjakan tugas melalui link tertentu untuk tugas kamu. Ini semakin membuat kamu menjadi mudah mengaksesnya dari mana saja tentunya. Atau dengan teknologi juga memungkinkan untuk mehasiswa dan dosen tetap bisa melakukan kegiatan perkuliahan walaupun tidak dalam satu tempat, seperti penggunaan video conference dalam perkuliahan misalnya.


3. Usaha Susah tapi Tetap Dihargai Adalah Kebahagiaan Mahasiswa!

Dalam setiap tugas dan pekerjaan tentunya setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini tentunya menjadi kesulitan mahasiswa jika sang dosen menuntut untuk kesempurnaan dalam menyelesaikan tugasnya. Terkadang membuat mental mahasiswa menurun dan tidak tertarik dengan mata kuliah.
Berbeda ketika dosen bisa menerima apa yang sudah mahasiswanya kerjakan dan menerimanya. Ini akan membuat mahasiswa lebih aktif lagi untuk mengikuti mata kuliah.


Baca juga Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna



4. Penampilan Dosen yang Menarik Membuat Mata Mahasiswa Betah Mengikuti Mata Kuliah!

Penampilan merupakan hal pertama yang akan dilihat dan dinilai orang lain. Apabila ada dosen yang penampilannya menarik, selalu mengikuti fashion dan wangi pasti akan menjadi idola kamu. Dosen yang seperti ini umumnya membuat mahasiswa lebih senang untuk mengikuti mata kuliahnya.
Siapa tahu selera fashion-nya bisa kamu ikuti. Tidak hanya menjadikan dosen sebagai panutan teladan bukan? Tapi juga sebagai role mode pribadi. Hal tersebut sah-sah saja selama kamu bisa mengaplikasikannya sesusai dengan gaya dan usia kamu.
Kadang penampilan tidak hanya ditunjukkan dengan pakaian yang rapi dan menarik saja, tapi ada juga dosen yang suka dengan penampilan unik. Biasanya dosen seperti ini dapat ditemui pada dosen fakultas kesenian. Misalnya dosen tersebut menggunakan pakaian-pakaian tematik sesuai moodnya, dosen unik ini yang kadang membuat mahasiswa lebih menunggu akan kehadirannya.



5. Dosen Favorit Itu Apabila Menjadikan Tugas Lebih Mudah.


Tugas merupakan hal wajib bagi mahasiswa. Karenanya ia memiliki presentasi tersendiri untuk menambah nilai dalam sebuah mata kuliah. Tak jarang banyak mahasiswa yang kesulitan untuk menyelesaikan satu tugas dari dosen. Bahkan tugas yang memiliki deadline sebentar seperti menjadi penderitaan bagi mahasiswa.
Maka dari itu hadirnya dosen yang tidak memberikan tugas yang begitu sulit adalah hal yang membahagiakan bagi mahasiswa. Mahasiswa mana yang tidak suka dengan tugas mudah bukan? Tentunya dosen seperti ini menjadi idaman bagi mahasiswa. Namun bukan artian tugas mudah tapi materi tidak diujikan, lho!


6. Dosen Humoris, Lucu dan Materi Kuliah Lebih Mudah Paham!

Jika kamu memiliki dosen seperti ini artinya kamu beruntung. Dosen yang memiliki selera humor tinggi mampu membuat situasi pecah saat mahasiswa sedang serius-seriusnya. Namun hal tersebut bukan dalam artian materi yang disampaikan tidaklah sampai. Dosen yang suka bercanda tentu tahu batasan kapan serius dan kapan bercanda.
Bahkan terkadang memberikan kesempatn untuk main tebak-tebakan dengan mahasiswa. Ini menjadikan suasana kelas kerap berbeda dengan kelas lainnya. Karena keriuhan yang terjadi. Namun mahasiswa lebih nyaman dengan kondisini ini.
Dengan memiliki selera humor bagus hal ini menjadikan kamu dan dosen tidak canggung apabila ada materi yang tidak dimengerti dan hendak ditanyakan. Biasanya dosen yang seperti ini yang mudah dirindukan mahasiswa apabila dia tidak hadir atau mata kuliahnya kosong.


7. Dosen Ramah dan Mudah Bergaul, Siapa yang nggak Suka?

Hubungan mahasiswa dan dosen wajar jika memiliki kesenjangan yang tinggi. Hal ini bisa dikarenakan faktor dari dosen tersebut yang membuat batasan antara dirinya dan mahasiswa. Atau mahasiswa yang menganggap dosen adalah orang tua kedua yang harus dihormati dan diberikan kesenjangan untuk bergaul.
Padahal hal tersebut adalah kesalahan besar. Kesenjangan antara dosen dan mahasiswa akan membuat jarak yang menjadikan semakin jauhnya ilmu akan sampai. Maka dari itu dosen yang ramah dan mudah bergaul dianggap mampu untuk mencairkan suasana dan memecah kesenjangan antara mahasiswa dan dosen itu sendiri.
Dengan dosen yang ramah tentunya akan membuat mata kuliah yang kamu ambil menjadi tidak canggung. Kamu dan dosenmu tentu bisa konsultasi diluar kelas tanpa perlu menunggu jam kuliah beliau. Atau ada juga dosen yang suka mengajak makan siang mahasiswanya ramai-ramai. Apa dosenmu seperti itu?

Itulah tipe-tipe dosen yang dirindukan. Anda adalah dosen yang mana?