Wednesday, December 21, 2016

8 Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebagai Dosen Muda

8 Hal yang Perlu Anda Perhatikan sebagai Dosen Muda




Anda sebagai dosen muda tentu belum punya banyak pengalaman dalam dunia perdosenan. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini untuk mengenali posisimu sebagai dosen.


1. Statusmu sebagai dosen tidak lantas membuatmu dihormati semua orang. Kadang mahasiswamu malah menyepelekanmu karena usiamu yang masih muda.

Ternyata menjadi dosen pun tidak menjadi jaminan 100% orang akan menghormatimu. Termasuk juga mahasiswamu. Terkadang usiamu yang masih muda dianggap kurang mumpuni dan cenderung disepelekan oleh beberapa mahasiswamu. Mereka pun mengambil kesempatan denga tidak mengerjakan tugas yang kamu berikan atau bahkan membolos di saat kamu mengajar.

Hei, mereka bisa saja sekehendak hati mengikuti kuliahmu. Akan tetapi kamu sebagai dosen punya wewenang penuh memberi mereka nilai yang sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.


2. Dari sekian banyak mahasiswa yang kamu ajar, kadang ada juga mahasiswa yang menarik perhatianmu

Tidak hanya kamu yang menarik bagi mahasiswamu. Terkadang dari sekian banyak mahasiswamu ada pula yang menarik hatimu. Senyumnya yang manis, gayanya yang sederhana membuatmu merasa dia begitu mempesona.

Kamu mulai mengamatinya. Diam-diam kamu mencarinya jika dia tidak nampak di kelasmu. Kamu bersemangat tiap kali dia ada di kelasmu. Namun semangatmu jadi hilang jika dia tidak ada di kelasmu.

Kamu pun mulai mencari tahu tentang siapakah mahasiswamu itu. Angkatan tahun berapa dan tentu saja apakah dia sudah punya pacar. Akan tetapi kadang kenyataan memang tak seindah harapan. Siapa sangka mahasiswa idamanmu sudah ada yang punya.


3. Usiamu yang masih muda membuat mahasiswamu tak segan untuk menghubungimu, bahkan chit chat tidak perlu.

Usiamu yang muda membuat para mahasiswamu tidak canggung untuk berkomunikasi denganmu. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Melalui telepon ataupun berbagai aplikasi smartphone.

Komunikasi yang dilakukan mahasiswamu pun beragam. Ada yang membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan perkuliahan dan kampus, ada pula yang jauh dari topik tersebut. Pembicaraan pribadi yang pada akhirnya berujung pada sebuah curhat tak jarang harus kamu temui.

Jika hanya satu atau dua mahasiswa saja mungkin tidak terlalu mengganggu. Akan tetapi jika mahasiswamu lebih dari 10 orang saja yang curhat padamu. Mak, tak kuat awak menghadapi semua ini!


4. Penampilanmu yang masih terlihat muda membuatmu sering kali dianggap sebagai mahasiswa

Kamu tidak harus berusia lanjut untuk menjadi dosen. Pada usiamu yang masih muda, kamu sudah menorehkan prestasi menjadi dosen. Mengajarkan para mahasiswa disiplin ilmu yang kamu kuasai.

Tidak ada yang salah menjadi dosen di usia muda. Hanya saja, dengan penampilanmu yang masih terlihat unyu-unyu itu sering membuat orang salah paham terhadapmu.
Tidak jarang orang lain mengira kamu adalah seorang mahasiswa. Terutama mereka yang kamu temui di lingkungan kampus. "Mas, semester berapa?" adalah pertanyaan yang sering kamu dengar di lingkungan kampusmu.

Ada kalanya kamu merasa senang dengan pertanyaan ini. Setidaknya kamu terlihat awet muda. Hanya saja kalau terus terusan mendapat pertanyaan seperti ini. Hmm~ lama-lama capek juga menjelaskannya.

Paling parah ketika kamu sedang menunggu kelas baru selanjutnya yang harus kamu isi. Kamu menunggu di dalam kelas sembari duduk di bangku mahasiswa. Lalu tiba-tiba saja datang mahasiswamu dan duduk di sebelahmu. Tanpa merasa bersalah dia berkata "Eh, katanya dosen mata kuliah ini nyebelin lho. " Maak~ ini mahasiswa minta ditimpukin kali yak?


Baca juga

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK



5. Dosen muda juga manusia biasa, kamu punya kehidupan tersendiri di luar kegiatan mengajarmu.

Meskipun kamu berstatus sebagai dosen, tetap saja kamu seorang manusia biasa. Dan di usiamu yang masih muda, jiwa mudamu itu sedang bergejolak.

Stress menghadapi pekerjaan dan berbagai permasalahan hidup juga pernah kamu rasakan. Untuk menghadapi hal ini, kamu perlu juga melepas segala penatmu dengan berbagai hiburan dan liburan.

Jadi bukan suatu hal yang mengherankan jika seorang dosen muda sepertimu melakukan perjalan traveling atau sekedar jalan-jalan di sekitar kotamu. Santai saja jika bertemu dengan mahasiswamu. Tidak perlu jaim, kamu dosen muda juga manusia kok.


6. Karena jadi yang paling junior dan dianggap bertenaga ekstra, kamu sering kali mendapatkan pekerjaan ekstra

Usiamu yang masih muda rupanya menorehkan rekor tersendiri di kantormu. Kamu adalah dosen termuda di kantormu. Staff paling muda dan paling junior yang ada di kantormu.

Memang menjadiu sebuah prestasi tersendiri  hanya saja menjadi yang paling muda tidak sepenuhnya menyenangkan. Banyak hal yang harus kamu hadapi dengan sabar dan lapang dada nantinya. Teerutama jika menyangkut dengan tugas dan pekerjaan.

Well ya, menjadi yang paling muda sekaligus paling junior mengharuskan kamu menghormati senior-seniormu yang lain. Bentuk penghormatan ini tidak hanya melalui etiket bersosial saja, tapi juga dalam pekerjaan.

Tidak jarang kamu harus mengerjakan tugas ekstra karena banyak yang mengganggap bahwa kamu adalah seorang dosen berjiwa muda yang lincah, bertenaga ekstra dan belum banyak kepentingan. Padahal kan ya tidak selamanya dosen muda itu full power.


7.  Meski usiamu masih muda, kamu harus membiasakan diri dengan panggilan Pak/Bu

Panggilan Bapak/Ibu ternyata tidak harus ditujukan pada mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Kamu yang menjadi pengajar pun diharuskan untuk dipanggil dengan sebutan Bapak/Ibu.

Awalnya memang terasa risih. Kamu yang masih muda belia tentu saja belum terbiasa dengan sebutan Bapak/Ibu yang terkesan canggung dan kaku. Belum lagi panggilan itu membuatmu merasa jadi lebih tua 5 tahun saja.

Akan tetapi lama-lama kamu pun terbiasa dengan panggilan Bapak/Ibu. Untuk menyenangkan hatimu sendiri kamu pun mensugesti diri sendiri bahwasannya kamu juga calon bapak atau calon ibu. Hitung-hitung bisa untuk latihan menghadapi hari tuamu kelak.


8.  Meski terlihat muda, kharismamu membuat beberapa mahasiswa terpesona

Bukan salah bunda mengandung kok jika penampilanmu itu penuh kharisma dan memikat banyak lawan jenis. Termasuk juga mahasiswa-mahasiswa yang kamu ajar.

Memiliki wajah yang menawan, penampilan yang rapi dan bersahaja serta pembawaanmu yang memukau kerap membuat mahasiswamu bertanya-tanya, kamu ini masih single atau sudah double. Tidak jarang kamu mendengar kerumunan mahasiswa berbisik-bisik mengagumimu.

Malah ada beberapa mahasiswa yang nekat menggodamu. Mulai dari memberi bingkisan-bingkisan kecil hingga yang terang-terangan mengatakan menyukaimu. Bagi kamu yang masih belum punya pasangan sih tidak masalah. Akan tetapi kamu yang sudah mempunyai pasangan, mungkin ini ujian. Haha.

Kamu si dosen yang masih muda, nikmati pekerjaanmu dan juga usia mudamu. Tetap semangat mendidik generasi muda bangsa dan jangan lupa untuk menikmati setiap detik masa mudamu. Jangan sampai kesibukan membuatmu kehilangan momen-momen berhargamu.


Friday, December 16, 2016

Ikuti 8 Cara ini Jika Ingin Jadi Dosen Berprestasi

Ikuti 8 Cara ini Jika Ingin Jadi Dosen Berprestasi

dosen berprestasi

Sebagai dosen, apakah pemerintah pernah menghargai kontribusi Anda di dunia pendidikan tinggi? Dosen yang berprestasi baik memang layak mendapatkan penghargaan. Yaitu, mereka yang berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus. Lalu, apa saja kriteria dosen berprestasi itu?

1. Menghasilkan karya tulis yang diterbitkan di jurnal nasional yang terakreditasi dan/atau jurnal yang mempunyai reputasi internasional;
Sebuah penelitian tidak akan berarti jika penelitian tersebut tidak didokumentasikan dan bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu cara mendokumentasikan penelitian adalah dengan menghasilkan karyatulis yang dimuat dalam sebuah jurnal nasional ataupun jurnal internasional. Dosen berprestasi adalah dosen yang mampu menghasilkan karya tulis yang diterbitkan di jurnal yang terakreditasi.

2. Memperoleh hak atas kekayaan intelektual;
Salah satu fungsi Tri Darma pendidikan tinggi adalah dalam hal penelitian. Yaitu memajukan dan memperkaya kekayaan intelektual dalam negeri. Bagi seorang dosen yang mampu memperoleh hak atas kekayaan intelektual maka dia memang pantas mendapat penghargaan dari pemerintah.

3. Menjalankan tugas dan kewajiban sebagai dosen dengan dedikasi yang baik;
Dosen berprestasi tidak hanya dalam hal penelitian saja, namun bisa juga berprestasi dalam hal menjalankan tudas dan kewajiban sebagai dosen dengan dedikasi yang baik. Artinya, mengajar dikelas, mengabdi di masyarakat, dan memajukan pendidikan dengan sepenuh hati. Dosen yang berdedikasi tinggi sudah cukup dinyatakan berprestasi tanpa perlu bersusah payah melakukan penelitian yang bertahun-tahun dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

4. Menghasilkan mahasiswa berprestasi akademik atau non-akademik di tingkat nasional dan/atau internasional;
Artinya dosen tersebut membimbing mahasiswanya untuk berprestasi. Oleh sebab itu, dosen yang dekat dengan mahasiswanya dalam kegiatan akademis maupun non akademis, merupakan penentu mahasiswanya berprestasi. Fungsi dosen selain sebagai pengajar juga sebagai pendidik. Membimbing mahasiswa merupakan wujud nyata dosen dalam bidang pendidikan. Dan ketika mahasiswanya berprestasi di dunia
akademik maupun non-akademik, seorang dosen pembimbing layak mendapatkan penghargaan.

5. Menghasilkan capaian kinerja melampaui target yang ditetapkan satuan pendidikan tinggi.
Dan kriteria dosen berprestasi terakhir adalah dosen yang mampu menghasilkan capaian kinerja melampaui target yang ditetapkan oleh satuan pendidikan tinggi. Sebagai dosen tidak hanya mengajar seperlunya, meneliti seadanya, dan tanpa target yang jelas. Karena dosen pasti diberikan tugas oleh satuan pendidikan tinggi, maka dosen yang berprestasi adalah dia yang mampu melaksanakan tugas-tugas itu melampaui target yang diberikan dengan hasil yang memuaskan.

6. Mengarang atau menyusun naskah buku yang diterbitkan oleh lembaga resmi;
Dosen dalam memenuhi tugasnya melakukan Tridarma Perguruan tinggi dalam bidang penelitian dan pendidikan, akan lebih bermanfaat (pengabdian) utnuk masyarakat jika hasil penelitian nya diabadikan dalam sebuah buku. Menyusun sebuah buku selain untuk kepentingan akademik, juga sebagai sarana memajukan literasi Indonesia. Menambah koleksi literasi kampus dan referensi ilmu pengetahuan di dunia pendidikan tinggi. Hal ini layak diberi penghargaan. Namun untuk menjadi dosen berprestasi, buku yang diterbitkan haruslah diterbitkan di penerbit buku yang kredibel. yaitu penerbit buku yang diakui oleh IKAPI dan ber-ISBN.

7. Memperoleh penghargaan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan/atau olahraga;
Kriteria dosen berprestasi yang lain adalah dosen yang mampu memperoleh penghargaan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan olahraga. Untuk mendapatkan pengharagaan dalam bidang-bidang tersebut tidaklah mudah. Namun juga tidak mustahil. Bagi dosen yang berdedikasi tinggi dan berhasil memperoleh penghargaan tersebut merupakan prestasi tersendiri.

8. Menghasilkan karya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional;
Seorang dosen dituntut untuk selalu berinovasi, karena ilmu pengetahuan itu selalu berkembang. Dosen yang mampu menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, oleh pemerintah seharusnya diberi penghargaan. karena sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia membutuhkan banyak sekali karya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional atau internasional.


Wednesday, December 7, 2016

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK

Mari Mengenal Hadi Susanto, Doktor Asal Lumajang yang Mengajar di UK

hadi susanto
Source: privatewww.essex.ac.uk


Hadi Susanto, dosen asal Indonesia satu ini sangat menginispirasi
Bagi Hadi Susanto, karier yang saat ini ia lakoni tidak lepas dari penderitaan dan perjuangan semasa mudanya. Ia bukanlah seorang yang terlahir di keluarga yang kaya. Ia saja hampir tidak bisa melanjutkan kuliah karena faktor kondisi keluarga. Namun, ia pun berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung. Meski begitu, ia harus tetap berjuang dan mengalami berbagai penderitaan selama kuliah. Nah, bagaimana perjalanan kisah inspiratif Hadi Susanto sehingga sekarang menjadi pakar Matematika?


Terlihat mudah meniti karir, apakah semudah kelihatannya? Tidak!

Pada dua tahun pertama kuliah di ITB, kondisi Hadi Susanto sangat sulit. Walaupun mendapatkan beasiswa, beliau tetap harus kerja sampingan karena uang beasiswa saja tidak cukup. Uang kerja dan beasiswa yang didapatkan itu kemudian dibagi tiga: untuk kebutuhan pribadi di Bandung, keperluan orang tua di kampung halaman, dan biaya kuliah adik.

Bahkan setiap Sabtu-Minggu, beliau rela keliling hotel dan gedung resepsi di Bandung hanya bermodal pakaian rapi. Tanpa mengetahui siapa yang punya hajat, beliau masuk ke pesta orang-orang kaya demi bisa makan. Tak punya uang untuk membeli tiket kereta ekonomi setelah libur Lebaran, beliau naik kereta barang untuk kembali ke Bandung. Duduk di lantai gerbong bersama sekitar seratus orang kurang lebih selama 12 jam itu berlangsung malam hari, tanpa lampu di gerbong. Itu beberapa contoh, yang mana hal kecil seperti makan harian saja tidak mampu dibelinya. Penderitaan lain yang beliau alami banyak sekali.

Meskipun sudah sering mendapatkan berbagai penghargaan di berbagai seminar tingkat dunia dan menjadi dosen di luar negeri, ilmu tinggi dan penghargaan akademik itu tidak lantas membuat Hadi Susanto tinggi hati dan congkak. Kata teman-temannya, sikap santunnya masih seperti ketika SMA.


Menyelesaikan kuliah dalam 3 tahun dan meraih predikat Mahasiswa Terbaik ITB pada tahun 2000.

Masa kuliah Hadi Susanto sebenarnya hampir 4 tahun. Saat kuliah di ITB, prestasinya yang bagus membuatnya bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat. Kuliah saja memang hanya 3 tahun, akan tetapi memasuki tahun ke-4, beliau maju ke dosennya untuk mengusulkan penelitian Tugas Akhir yang akan beliau lakukan.

Merasa tidak memiliki banyak uang, Hadi ingin segera lulus kuliah agar bisa bekerja dan meringankan beban orangtua. Namun, dosennya memiliki rencana lain. Beliau berkesempatan mengunjungi Belanda selama delapan bulan untuk mengerjakan TA di Universiteit Twente (UT). Ini tidak sesuai dengan rencana sebelumnya, untuk segera lulus cepat dari ITB. Tetapi dosennya meyakinkan bahwa jika beliau bisa mengerjakan penelitian dengan baik, ada kemungkinan beliau mendapat beasiswa sampai S3.

Setelah selesai penelitian di UT, Hadi berkesempatan mendapatkan beasiswa hingga S3. Tapi karena belum wisuda, beliau harus pulang ke Indonesia. Begitu diwisuda pada tahun 2000, Hadi Susanto diumumkan terpilih sebagai penerima Ganesha Prize dengan hadiah mengunjungi Belanda lagi selama 3 bulan, karena ditawari melanjutkan kuliah di sana. Mulai Agustus 2001, Hadi mengambil program kombinasi MSc/PhD untuk periode 4 tahun di UT.


30 kilometer pulang – Hadi Susanto pergi bersepeda demi SEKOLAH

Hadi Susanto kecil yang tidak naik angkutan umum walaupun dia tinggal di luar kota. Setiap hari, dia berangkat pagi-pagi ke sekolah mengendarai sepeda onthel dari rumahnya di Desa Kunir ke sekolahnya di pinggiran Lumajang yang berjarak 15 kilometer. Dapat dibayangkan setiap hari dia harus menempuh 30 kilometer pulang-pergi sekolah.
Pada zaman sekolah beliau dulu, teman-teman yang tinggal di dekat sekolah biasanya berjalan kaki saat berangkat sekolah, yang tinggal agak jauh dari sekolah biasanya diantar-jemput orang tua mereka. Pada masa itu, cuma sedikit yang membawa sepeda motor. Sebagian besar naik sepeda onthel. Sedangkan yang berasal dari luar kota, kebanyakan kos atau naik kendaraan umum.
Tak lupa ia selalu membawa bekal dari rumahnya. Berasal dari keluarga kurang beruntung membuatnya harus bersepeda setiap hari ke sekolah dan tidak jajan di kantin seperti anak-anak lain. Namun, walaupun setiap hari menempuh 30 kilometer pulang – pergi sekolah, tidak lantas membuat otaknya ‘aus’. Dia selalu langganan ranking bagus hingga akhir sekolahnya.


Berpindah-pindah dari Belanda, Amerika Serikat, bahkan berakhir tinggal di Inggris sebagai Doktor Matematika, bagaimana ceritanya?


Begitu selesai studi di Twente, Hadi melanjutkan studi post-doctoral di Massachusetts, Amerika Serikat. Beliau mendapatkan visiting assistant professorship selama 3 tahun di University of Massachusetts (UMass), Amherst. Selain tugas riset, beliau wajib mengajar dua kelas per semester. Menjelang selesai di UMass, beliau mengirimkan sejumlah aplikasi ke beberapa universitas di Amerika Serikat dan Eropa.
Pada awal tahun 2007, beliau menikah dengan seorang sarjana kedokteran dari Universitas Brawijaya, seorang wanita yang belum pernah beliau temui. Hanya ta'aruf lewat dunia maya. Sang istri sempat diajak ke Amerika. Namun, pada tahun 2008, beliau menjadi dosen di University of Nottingham.

Dulu kondisi ekonomi keluarga tak karuan, nyaris membuatnya tidak melanjutkan ke jenjang kuliah

Ia bersemangat kuliah. Untuk membayar uang masuk yang beberapa ratus ribu saja keluarganya tak mampu. Akhirnya, beliau kembali berpikiran untuk tidak mendaftar. Lagi-lagi, sang ibu berjuang hingga detik terakhir. Ketika pada akhirnya beliau bisa berangkat ke Bandung, satu tekad beliau adalah untuk berhasil dan membahagiakan keluarga.
Hadi Susanto yang lahir di sebuah desa kecil di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini, mengenyam pendidikan di SDN Kunir Lor 1, SMPN Kunir, dan SMAN 2 Lumajang. Saat masih duduk di sekolah dasar, beliau selalu mewakili lomba cerdas cermat di tingkat kabupaten. Tetapi, karena grogi melihat murid dari sekolah lain yang selalu tampak keren dan bergaya daripada beliau saat itu, beliau selalu tidak mendapatkan poin. Sekarang dunia berbalik; banyak yang "grogi" melihat peraih Ganesha Prize (Mahasiswa Terbaik ITB) tahun 2000 itu.

Usaha orangtua Hadi Susanto sebagai pedagang kain dan baju di pasar mengalami kebangkrutan total, yang membuat keluarganya terjebak rentenir hingga terpaksa harus menjual sawah dan rumah yang mereka punya, persis menjelang beliau lulus SMA. Beliau pun hampir menyerah tidak ikut UMPTN karena sangat kesulitan masalah ekonomi. Beruntung keluarga, terutama sang ibu, tetap mendukung meski kondisi ekonominya tidak karuan.

Lulus dari SMA, beliau diterima di Jurusan Matematika ITB. Hal yang menarik adalah, beliau lolos UMPTN tanpa kursus dan mengambil tes di Jember (karena Jember lebih dekat dengan Lumajang). Padahal, terdengar kabar kemungkinan lolos UMPTN kecil jika tidak melakukan tes di Bandung. Namun, beliau nekat ambil UMPTN di Jember.

Nah, bagaimana respons Anda setelah mengetahui kisah pakar Matematika satu ini? Semoga kisah Hadi Susanto ini menginspirasi Anda untuk semangat belajar dan selalu berjuang demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih mulia.


Thursday, December 1, 2016

Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna

Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna

dosen unik



Dosen tidak semuanya menyenangkan bagi mahasiswanya. Tetapi, justru dengan beragam atau keunikan dari masing-masing dosen dapat membuat perkuliahan yang dihadiri mahasiswa lebih berwarna.

Inilah pengalaman dosen unik yang seharusnya tidak terjadi dalam perkuliahan, namun memberikan keunikan sendiri bagi dosen terkait.


1. Hidupin komputer, sambung ke LCD proyektor, dan tampilkan slide

Banyak dosen yang mengajar ya sekedar mengajar, yang penting sang dosen telah menyampaikan materi, mau mahasiswanya paham atau tidak sang dosen tak peduli. Ya, ada tipe dosen unik yang seperti ini. Biasanya kalau mulai mengajar kuliah, sang dosen hanya “menerangkan” dari slide power point yang ditampilkan. Alih-alih menerangkan melainkan hanya sekedar membaca slide yang ada dan tidak peduli para mahasiswanya memperhatikan, atau paham dengan materi yang diberikan.



2. Sibuk dengan urusan pribadinya hingga lupa kepada kewajiban utamanya.

Dosen unik yang seperti ini memang terkadang malah menjadi idaman mahasiswa. Ya, bagaimana tidak menjadi idola, karena seringnya kosong mata kuliah yang diampu dan ujung-ujungnya akan mendapatkan nilai yang bagus di akhir semester. Tapi tidak semuanya lho yang seperti itu.

Seharusnya seorang dosen memberikan ilmu kepada mahasiswanya dan sejatinya jika dalam satu semester itu sudah diberikan jatah untuk mengajar apalagi jika mata kuliah yang hanya dengan beban 2 SKS ditambah seringnya absent dari dosen sehingga mengurangi waktu dalam belajar mengajar. Alasan yang diberikan terkadang bisa dikesampingkan dibandingkan tugas utama sebagai dosen. Bahkan ada terkadang ada mahasiswa yang complain malah mendapatkan amukan oleh sang dosen.

Seperti yang sudah diulas di atas jika nilai akan beres walau dosennya jarang hadir, lain ceritanya jika sudah jarang masuk dan di akhir kuliah para mahasiswa mendapatkan nilai ujian akhir yang kecil. Nah, dalam kasus ini yang dirugikan adalah para mahasiswa.



3. Dosen “old school” yang rumit.


Ya, ada juga pasti yang seperti ini, dosen yang sudah tergolong tua dan pemikiran serta cara mengajar ataupun lainnya masih menganut sistem zaman penjajahan dahulu kala. Masih serba manual dan tidak mengenal teknologi masa kini.

Dosen unik yang seperti ini memang unik, namun terkadang juga akan menyusahkan mahasiswa, seperti contoh dosen tidak mau di hubungi via telepon genggam, maunya langsung bertemu langsung, setiap tugas semuanya harus diketik manual alias ditulis tangan, lelah bukan?



4. Mahasiswa pintar menjadi sasaran utama yang empuk.


Menjadi mangsa dan sasaran utama. Ya, kamu yang merasa pintar dan rajin kamu yang akan menjadi incaran dosen pemangsa ini. Eits, tenang kamu tidak akan dimakan dan dimutilasi dan kemudian dijadikan santapan.

Dosen unik seperti ini memang tidak cuma-cuma jika memanfaatkan para mahasiswa cerdas ini, mereka akan memberi reward atau iming-iming berupa nilai yang sempurna. Semuanya tergantung dari kamu, suka atau tidak melakukan tugas itu n mendapat iming-iming berupa nilai yang bagus.

Biasanya mereka disuruh mengerjakan penelitian atau proposal dan apa pun itu yang memang sejatinya merupakan tugas dari dosen tersebut, namun dikarenakan seribu alasan untuk mempermudah pekerjaannya kemudian dilimpahkan kepada mahasiswanya.


Baca juga Tipe Dosen Kayak Gini yang Bikin Mahasiswa Rajin Kuliah!


5. Pintar, namun penyampainnya kurang


Sejatinya semua dosen itu pintar dan memahami dengan jelas setiap mata kuliah yang diampunya. Yang membedakannya hanya bagaimana cara seorang dosen menyampaikan materi yang diberikan. Ada dosen yang memang paham tetapi di saat ia hendak menyampaikan materi kepada para mahasiswanya, materi yang hendak disampaikan itu tidak tersampaikan dengan maksimal.

Memang dan pasti yang mempengaruhi dalam hal ini ada beberapa faktor seperti kurang nya pemahaman mengenai metode pembelajaran dan kurang luwes dalam penyampaian serta masih banyak lagi faktor yang dapat mempengaruhinya.

Walau sang dosen sudah menyampaikan materi dengan baik versinya, namun jika dilihat dari versi mahasiswa jelas akan berbeda. Malahan terlihat membosankan, sulit dimengerti, dan terkadang ada juga yang memutuskan untuk tidak menyimak dikarenakan ujung-ujungnya juga tidak akan paham dengan penjelasan yang diberikan oleh sang dosen.



6. Marah-marah tanpa sebab dan mencampurkan dengan masalah pribadi.
Sebagai seorang tenaga pengajar yang tentunya mempunyai tugas utama yaitu memberikan dan menyalurkan ilmu kepada mereka yang sedang menimba ilmu. Ya, apalagi mereka seorang dosen yang merupakan setingkat di atas seorang guru dan memberikan pelajaran yang lebih kompleks dibandingkan kamu dibangku sekolah.
Tapi terkadang tak jarang ada seorang dosen yang terkadang tidak dapat mengendalikan emosi dan berdampak kepada mahasiswanya. Apalagi jika dosennya tidak dapat mengontrol emosi saat mungkin dia sedang dirundung masalah dan pada saat mengajar dan meluap lah amarahnya saat mengajar.

Namanya juga dosen, sama dengan kita semua, manusia juga. Namun alasan itu sejatinya samar jika kita menilik dari segi professional. Seharusnya tidak ada mix felling atau juga moody dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta suasana belajar mengajar yang kondusif.


7. Bapak, Ibu yang selalu telat.

Lucu memang, seolah dosen tak pernah salah. Ya memang celoteh itu terbukti benar adanya. Jika seorang dosen saja boleh telat kenapa mahasiswa tidak diperbolehkan telat. Ya, memang peraturannya seperti itu, peraturan yang tidak tertulis dan tidak entah siapa yang membuat, namun itu berlaku dalam dunia kampus.

Mungkin banyak yang protes dan tidak setuju oleh hal yang satu ini. Pernah di antara kalian pasti komplain dan langsung bilang kepada dosen tersebut, dan respon yang didapatkan malah terkadang sangat tidak masuk akal. Respon negative yang di dapatkan salah satunya ada yang mendapat nilai tak lulus yang diberikan kepada dosen unik yang bersangkutan, ada juga yang mendapat semprotan langsung, ironi memang.

Sebaiknya memang hal tersebut harusnya menjadi koreksi bagi sang dosen. Di mana dosen yang seharusnya memberikan contoh yang baik malah memberikan contoh yang sebaliknya. Pepatah ini memang benar dan ada “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”


Itulah dosen unik yang bisa saja terjadi di perkuliahan. Meski begitu, dosen-dosen tersebut tidak pantas dijadikan teladan.


Inilah 7 Tipe Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

Inilah 7 Tipe Dosen yang Dirindukan Mahasiswa

tipe dosen

Dosen perlu memiliki sikap yang menyenangkan bagi mahasiswa. Jika mahasiswa terkesan dengan sikap Anda, kehadiran Anda sebagai dosen akan dirindukan mahasiswa. Inilah tipe-tipe dosen yang membuat mahasiswa bisa rindu dengan kuliahnya.


1. Dosen yang Murah Nilai Adalah Malaikat!


Tidak bisa dipungkiri nilai adalah salah satu hal terpenting yang dikejar mahasiswa dalam sebuah perkuliahan. Ada yang bilang nasib mahasiswa untuk lulus ada pada nilai tersebut. Terlebih jika hendak melamar pekerjaan akan ditentukan standard minimal nilai indeks prestasi yang harus dipenuhi.
Kamu tentu suka jika dosen mata kuliah kamu murah dalam memberi nilai. Hal ini adalah keberuntungan bagi kamu terlebih nilai adalah hal utama yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa. Dosen yang seperti ini menjadi favorit bagi semua kalangan mahasiswa.
Jika kamu menemui satu dosen yang tidak murah nilai ini akan menjadi kendala kamu dalam semester tersebut. Bisa jadi kamu akan mengulang mata kuliah itu saja disemester berikutnya. Jadi dosen yang baik dan murah akan nilai bagaikan malaikat baik hati, bukan?


2. Jadi Dosen Harus Update Teknologi juga, dong!

"Hore... Mata kuliah Komunikasi Massa kosong!". Eh tapi jangan senang dulu. Ada video conference dari pak dosen. Yap, Di jaman kemajuan teknologi saat ini sepertinya aneh jika mendapati dosen yang masih tidak update dengan gadget.
Teknologi akan semakin memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa untuk berkomunikasi atau memantau tugas-tugas mahasiswanya misalnya. Dan dengan menggunakan gadget menjadikan dosen tersebut semakin mudah untuk mobile walaupun tidak dikelas pada saat jam perkuliahan.
Kamu tentunya sudah terbiasa jika mendapatkan tugas dan mengumpulkannya melalui e-mail bukan? atau mengerjakan tugas melalui link tertentu untuk tugas kamu. Ini semakin membuat kamu menjadi mudah mengaksesnya dari mana saja tentunya. Atau dengan teknologi juga memungkinkan untuk mehasiswa dan dosen tetap bisa melakukan kegiatan perkuliahan walaupun tidak dalam satu tempat, seperti penggunaan video conference dalam perkuliahan misalnya.


3. Usaha Susah tapi Tetap Dihargai Adalah Kebahagiaan Mahasiswa!

Dalam setiap tugas dan pekerjaan tentunya setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini tentunya menjadi kesulitan mahasiswa jika sang dosen menuntut untuk kesempurnaan dalam menyelesaikan tugasnya. Terkadang membuat mental mahasiswa menurun dan tidak tertarik dengan mata kuliah.
Berbeda ketika dosen bisa menerima apa yang sudah mahasiswanya kerjakan dan menerimanya. Ini akan membuat mahasiswa lebih aktif lagi untuk mengikuti mata kuliah.


Baca juga Adanya Beberapa Dosen Unik Ini Membuat Perkuliahan Berwarna



4. Penampilan Dosen yang Menarik Membuat Mata Mahasiswa Betah Mengikuti Mata Kuliah!

Penampilan merupakan hal pertama yang akan dilihat dan dinilai orang lain. Apabila ada dosen yang penampilannya menarik, selalu mengikuti fashion dan wangi pasti akan menjadi idola kamu. Dosen yang seperti ini umumnya membuat mahasiswa lebih senang untuk mengikuti mata kuliahnya.
Siapa tahu selera fashion-nya bisa kamu ikuti. Tidak hanya menjadikan dosen sebagai panutan teladan bukan? Tapi juga sebagai role mode pribadi. Hal tersebut sah-sah saja selama kamu bisa mengaplikasikannya sesusai dengan gaya dan usia kamu.
Kadang penampilan tidak hanya ditunjukkan dengan pakaian yang rapi dan menarik saja, tapi ada juga dosen yang suka dengan penampilan unik. Biasanya dosen seperti ini dapat ditemui pada dosen fakultas kesenian. Misalnya dosen tersebut menggunakan pakaian-pakaian tematik sesuai moodnya, dosen unik ini yang kadang membuat mahasiswa lebih menunggu akan kehadirannya.



5. Dosen Favorit Itu Apabila Menjadikan Tugas Lebih Mudah.


Tugas merupakan hal wajib bagi mahasiswa. Karenanya ia memiliki presentasi tersendiri untuk menambah nilai dalam sebuah mata kuliah. Tak jarang banyak mahasiswa yang kesulitan untuk menyelesaikan satu tugas dari dosen. Bahkan tugas yang memiliki deadline sebentar seperti menjadi penderitaan bagi mahasiswa.
Maka dari itu hadirnya dosen yang tidak memberikan tugas yang begitu sulit adalah hal yang membahagiakan bagi mahasiswa. Mahasiswa mana yang tidak suka dengan tugas mudah bukan? Tentunya dosen seperti ini menjadi idaman bagi mahasiswa. Namun bukan artian tugas mudah tapi materi tidak diujikan, lho!


6. Dosen Humoris, Lucu dan Materi Kuliah Lebih Mudah Paham!

Jika kamu memiliki dosen seperti ini artinya kamu beruntung. Dosen yang memiliki selera humor tinggi mampu membuat situasi pecah saat mahasiswa sedang serius-seriusnya. Namun hal tersebut bukan dalam artian materi yang disampaikan tidaklah sampai. Dosen yang suka bercanda tentu tahu batasan kapan serius dan kapan bercanda.
Bahkan terkadang memberikan kesempatn untuk main tebak-tebakan dengan mahasiswa. Ini menjadikan suasana kelas kerap berbeda dengan kelas lainnya. Karena keriuhan yang terjadi. Namun mahasiswa lebih nyaman dengan kondisini ini.
Dengan memiliki selera humor bagus hal ini menjadikan kamu dan dosen tidak canggung apabila ada materi yang tidak dimengerti dan hendak ditanyakan. Biasanya dosen yang seperti ini yang mudah dirindukan mahasiswa apabila dia tidak hadir atau mata kuliahnya kosong.


7. Dosen Ramah dan Mudah Bergaul, Siapa yang nggak Suka?

Hubungan mahasiswa dan dosen wajar jika memiliki kesenjangan yang tinggi. Hal ini bisa dikarenakan faktor dari dosen tersebut yang membuat batasan antara dirinya dan mahasiswa. Atau mahasiswa yang menganggap dosen adalah orang tua kedua yang harus dihormati dan diberikan kesenjangan untuk bergaul.
Padahal hal tersebut adalah kesalahan besar. Kesenjangan antara dosen dan mahasiswa akan membuat jarak yang menjadikan semakin jauhnya ilmu akan sampai. Maka dari itu dosen yang ramah dan mudah bergaul dianggap mampu untuk mencairkan suasana dan memecah kesenjangan antara mahasiswa dan dosen itu sendiri.
Dengan dosen yang ramah tentunya akan membuat mata kuliah yang kamu ambil menjadi tidak canggung. Kamu dan dosenmu tentu bisa konsultasi diluar kelas tanpa perlu menunggu jam kuliah beliau. Atau ada juga dosen yang suka mengajak makan siang mahasiswanya ramai-ramai. Apa dosenmu seperti itu?

Itulah tipe-tipe dosen yang dirindukan. Anda adalah dosen yang mana?


7 Tipe Dosen Pembimbing Skripsi yang Biasa Dijumpai

7 Tipe Dosen Pembimbing Skripsi yang Biasa Dijumpai

tipe dosen


Kerumitan skripsi yang dikerjakan mahasiswa tingkat akhir tidak lepas dari peran dosen-dosen pembimbing skripsi. Berikut ini 7 tipe dosen pembimbing ini tentu membuat kesan yang berbeda-beda terhadap mahasiswa yang dibimbingnya. Berikut ulasannya.

1. Mencarimu Ketika Kamu Tak Mengikuti Bimbingannya Cukup Lama
Mendengar kata skripsi yang terlintas di telinga mahasiswa seperti kamu tentunya lengkap dengan segala kerumitan di dalamnya. Sehingga tak jarang banyak mahasiswa yang merasa malas untuk membuat skripsi. Hal itulah yang membuat mahasiswa jarang mengikuti bimbingan skripsi dengan dosen pembimbingnya, bahkan ada pula yang tak pernah mengikuti bimbingan cukup lama. Dosen pembimbing yang mempunyai mahasiswa semacam ini akan mencarimu ketika kamu jarang melakukan bimbingan skripsi. Dosen yang satu ini akan mencoba menghubungimu atau menghampiri tempat tinggalmu untuk menayakan keadaanmu yang berkaitan dengan skripsimu. Cara yang dilakukan oleh dosen ini merupakan suatu bentuk perhatian dan tanggung jawab yang dia emban sebagai dosen pembimbing skripsi. Beliau mempunyai tanggung jawab untuk membimbing dan meluluskan mahasiswa yang dibimbingnya.

2. Bimbingan Skripsi Tak Selalu Dilakukan di Lingkungan Kampus
Kebanyakan dosen pembimbing mengadakan bimbingan skripsi di lingkungan kampus, tetapi tak jarang pula yang melakukan bimbingan di luar kampus. Dosen yang satu ini memberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk melakukan bimbingan di luar jam perkuliahan dan di luar lingkungan kampus. Hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa merasa enjoy dan tidak bosan dengan lingkungan kampus yang itu-itu saja. Tempat-tempat yang dipilih oleh dosen biasanya seperti taman, cafĂ© atau restoran. Suasana di luar lingkungan kampus memberikan kesan friendly antara dosen dan mahasiswa yang dibimbingnya. Bimbingan yang dilakukan di luar kampus ini juga dilakukan oleh beberapa mahasiswa yang ingin berkonsultasi dengan dosen tersebut. Jadi, tidak hanya dilakukan oleh seorang mahasiswa saja.

3. Menerima Bimbingan Skripsi di Luar Jadwal Bimbingan
Dosen dengan tipikal yang satu ini mempunyai waktu yang fleksibel bagi mahasiswa yang ingin melakukan bimbingan skripsi padanya. Dosen ini tidak mewajibkan mahasiswa datang sesuai jadwal bimbingan. Sejauh dosen ini tidak sedang mengajar, rapat, atau ada keperluan lain beliau siap membantu para mahasiswa yang ingin bimbingan skripsi. Dosen yang satu ini dianggap paling membantu para mahasiswa yang membutuhkan bantuannya dalam pengerjaan tugas akhir, karena mahasiswa bisa datang kapan saja tanpa perlu membuat janji terlebih dahu dengan sang dosen.

4. Bimbingan by Appointment
Tak jarang seorang dosen pembimbing skripsi memiliki mahasiswa yang diampunya dalam mengerjakan skripsi lebih banyak dibanding dosen-dosen lainnya. Hal ini yang membuat dosen tersebut mempunyai kebijakan tertentu dalam membimbing mahasiswanya. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah dengan menerapkan bimbingan by appointment. Bimbingan by appointment di sini yaitu mahasiswa yang akan melakukan bimbingan harus membuat janji jauh-jauh hari terlebih dahulu pada dosen pembimbingnya. Dosen dengan kebijakan seperti ini membatasi jumlah mahasiswa yang ingin berkonsultasi dalam sehari. Jadi, kamu harus membuat janji terlebih dahulu jika ingin melakukan bimbingan skripsi pada dosen yang satu ini.


Baca juga Inilah 7 Tipe Dosen yang Dirindukan Mahasiswa


5. Memberikan Sumber-Sumber Buku untuk Menunjang Teori Skripsimu
Kamu sebagai mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi pasti membutuhkan banyak sumber teori yang akan menunjang keakuratan data yang kamu miliki. Pencarian sumber teori yang paling ampuh adalah melalui segudang buku yang ada di perpustakaan. Mahasiswa yang disibukkan dengan pengerjaan skripsinya, pasti tak jauh-jauh dengan perpustakaan yang dijadikan tempat tongkrongan para mahasiswa semester akhir.
Tak jarang pula ada beberapa mahasiswa yang kesulitan untuk mencari teori, sehingga ketika mahasiswa tersebut melakukan bimbingan skripsi, dosen pembimbing memberikan rekomendasi sumber-sumber teori seperti buku atau jurnal yang bisa dipakai oleh mahasiswa tersebut. Dosen dengan tipikal yang satu ini paling anti memberikan referensi berupa link online. Hal tersebut dikarenakan agar mahasiswa tidak melakukan tindakan plagiarisme yang akan berakibat pada cacatnya skripsi yang sedang dikerjakan.

6. Mengatur Jadwal Bagi Mahasiswa yang Ingin Mengikuti Bimbingannya
Dosen yang satu ini mempunyai karakteristik rapi, terjadwal, dan terstruktur. Dosen ini membuat jadwal bimbingan skripsi bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi tentang skripsinya. Jadwal bimbingan sudah beliau persiapkan selama satu minggu lengkap beserta hari dan jam yang telah ditentukan. Hal ini dikarenakan dosen tersebut juga harus mengajar mata kuliah lain di hari dan jam yang berbeda. Sehingga dosen yang satu ini tidak menerima bimbingan di luar jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut mau tak mau menuntut mahasiswa untuk selalu mengingat jadwal bimbingan skripsi dengan dosen yang bersangkutan.

7. Gemar Memberikan Coretan di Skripsimu
Dosen dengan tipikal yang satu ini rajin memberikan komentar atau catatan di lembar skripsimu. Banyak mahasiswa yang menyebut dengan istilah revisi ketika dosen pembimbingnya memberikan coretan di skripsinya. Tak jarang dosen dengan tipikial semacam ini tidak disukai oleh mahasiswanya. Mereka menganggap bahwa dosen yang gemar memberikan revisi di setiap bimbingan memperlambat penyelesaian skripsi sang mahasiswa. Namun, tidak selamanya anggapan gemar memberikan coretan di setiap bimbingan itu memperlambat penyelesaian skripsi. Dengan memberikan revisi justru akan menyelamatkan kamu sebelum ujian pendadaran dilaksanakan. Hal itu dikarenakan dosen penguji ketika kamu pendadaran akan menanyakan semua yang berkaitan dengan materi skripsimu. Jadi, dosen pembimbing mempunyai kewajiban untuk merevisi skripsi mahasiswa jika ada tulisan yang dianggap kurang tepat.

Beberapa tipe dosen pembimbing skripsi di atas tadi mungkin ada yang menjadi favorit mahasiswa. Tipe dosen yang menyenangkan, tentu bisa membuat mahasiswa lain iri kepada mahasiswa yang dibimbing dosen tersebut. Namun meski begitu, bagaimanapun tipenya, dosen selalu memberikan yang terbaik bagi mahasiswa yang diampunya. Segala kebaikan dan kekurangan yang ada padanya mempunyai satu tujuan mulia yaitu ingin meluluskan semua mahasiswa yang dibimbingnya.


Lakukan 4 Cara agar Tak Dianggap sebagai Dosen Kaku dan Killer

Lakukan 4 Cara agar Tak Dianggap sebagai Dosen Kaku dan Killer

dosen killer


Tugas dosen adalah mengajar. Itulah mengapa mereka dianggap sebagai orang yang cerdas. Namun begitu, mereka tak lepas dari anggapan mahasiswanya. Dosen bisa saja dianggap killer, kaku, atau anggapan kurang menyenangkan mereka. Lalu, bagaimana agar dosen yang tampak killer, kaku, dan serius ini dapat lebih menyenangkan di hadapan para mahasiswanya?

1. Siapkan anekdot-anekdot yang mampu membuat para mahasiswa tersenyum!
Terkenal sebagai dosen dengan tipe yang perfectionist memang sangat sulit ketika diminta untuk melucu. Dimulai dari diketawakan mahasiswa, terlihat kaku, dan tampak aneh atau bahkan garing. Namun tidak ada salanya jika dicoba. Membuat suasana di kelas terasa hidup, bukan hanya karena materi yang disampaikan, namun ada hal yang lebih segar yang disampaikan.
Seperti contoh membicarakan hal-hal di luar materi, diganti dengan anekdot-anekdot lucu, video lucu yang mudah sekali ditemukan, atau membahas hal yang fresh, dengan nada ringan, dan tidak berkonteks serius. Selain membuat suasana baru di dalam kelas, ini juga dapat menghidupkan suasana kelas saat mata kuliah sang dosen yang terkenal serius dan kaku tersebut.
Bahkan, beberapa penelitian mengungkapkan, mahasiswa atau siswa didik lainnya akan lebih paham apabila dalam waktu 10 menit mengajar, diberikan jeda berupa ice breaking selama 2-3 menit. Hal ini berfungsi untuk merefresh otak mereka untuk tidak melulu memikirkan atau memperhatikan hal-hal yang sedag diajarkan. Selain mereka dapat beristirahat menyimak hal-hal di luar materi, para pengajarpun juga memiliki jeda untuk merefresh apa yang akan diajarkan.

2. Jalin keakraban dengan para mahasiswa di dalam maupun di luar kelas! Pahami bahasa gaul mereka!
Rata-rata dosen memang bukan berasal dari kalangan muda. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah berusia 50 tahun ke atas. Namun hal ini bukan halangan bagi siapapun untuk tetap memiliki jiwa muda. Menyapa para mahasiswa yang memiliki usia muda, mengajak bercanda, akan membuat para dosen tampak ramah dan dipandang dosen yang menyenangkan.
Sepertinya, bagi para dosen yang dianggap kaku dan serius, hal ini dapat dicoba. Terlebih bagi para dosen yang dianggap killer, mencoba untuk bercanda dengan mahasiswa tidak ada salahnya untuk memperbaiki image. Duduk, membaur bersama para mahasiswa, membahas sesuatu yang baru yang sedang ada di kalangan mahasiswa, atau bahkan saling bercerita, atau berkonsultasi kepada dosennya. Tentu menyenangkan bagi pihak dosen maupun mahasiswa.
Wajar adanya jika memang sesorang bersikap serius terhadap beberapa hal, namun ada kalanya jika orang tersebut dapat dinilai menyenangkan dan ramah terhadap orang lain. Begitupun dosen, harusnya profesi ini mampu menjalin interaksi yang baik dengan mahasiswanya, dimanapun, kapanpun.
Alasannya simple, agar beliau lebih dihargai oleh para mahasiswanya, dan para mahasiswa terasa nyaman ketika berinteraksi dengan para dosen di kelas maupun di luar kelas.
Para mahasiswa merasa semangat mengikuti perkuliahan atau tidak selain dari diri mereka sendiri, ternyata juga beasal dari faktor siapa dan apa yang diajarkan. Jadi sudah tentu, dosen memiliki peran penting bagi berlangsungnya masa depan mahasiswa. Begitupun mahasiswa, juga berperan penting terhadap profesi sang dosen.


Baca juga 7 Tipe Dosen Pembimbing Skripsi yang Biasa Dijumpai


3. Rubahlah nada bicara! Yang lebih renyah dan ramah!
Bukan hanya 1 atau 2 mahasiswa yang mengeluh setelah keluar kelas saling bertanya apa yang sebenarnya diajarkan oleh sang dosen. Nada bicara yang terlalu berat, tidak jelas, terkesan sangat serius, atau bahkan menakutkan, malah tidak membuat mahasiswa benar-benar mengerti, walaupun memang sebenarnya saat mereka ditanya mengerti atau tidak dengan yang baru saja diajarkan mereka akan menjawab “Ya, mengerti”.
Jadi, rubahlah cara penyempaian materi di dalam kelas. Hal ini dapat dimulai dari memperjelas artikulasi, berinteraksi dengan tangan, tertawa, tersenyum, atau saling bertanya dengan mahasiswa. Nada bicara juga dapat diatur, seperti apabila biasanya bernada tinggi sekali, dapat diturunkan, namun tetap jelas dan menyenangkan. Sesekali, buatlah mahasiswa benar-benar mengerti dengan apa yang disampaikan

4. Mulailah dengan penampilan yang tidak biasa, tetap sopan, dan menyenangkan!
Mengapa penampilan, ya! Karena aspek inilah yang dilihat pertama kali dari mata mahasiswa saat dosen tersebut masuk ke kelas. Jika seorang dosen sering menggunakan pakaian berwarna tua dengan alasan agar tampak lebih berwibawa, disegani dan dihormati, mulailah dengan menggunakan pakaian yang bercorak sedikit cerah dan tidak mencolok.
Terlebih jika dosen tersebut mengajar kuliah di pagi hari. Selain suasana pagi yang memberikan atmosfer positif bagi para mahasiswa, usahakan dosen juga dapat memberikan efek positif yang dapat dimulai dari penampilannya. Menggunakan penampilan yang tidak biasa, yang lebih fresh juga dapat memberikan efek tampak menyenangkan bagi yang melihatnya.

5. Mencoba sistem mengajar dengan cara yang baru? Tidak ada salahnya dicoba
Setiap dosen memiliki cara mengajar yang berbeda-beda. Mulai dari pembawaan, penyampaian materi, pemberian tugas ,hingga sistem penilaian. Begitupun mahasiswa, mereka memiliki tingkat pemahaman yang berbeda, mulai dari mampu mengerti hanya sepertiga materi yang disampaikan, setengah materi, atau bahkan tidak mengerti sama sekali.
Ini juga yang harus diperhatikan para dosen agar apa yang disampaikannya tidak sia-sia. Maka dari itu, kreatifitas mengajar juga diperlukan disini. Jika dosen merasa apa yang disampaikannya kurang, mungkin itu faktor dari cara penyampaian yang terlalu monoton, sehingga banyak mahasiswa yang mengeluh tidak paham dan nilai dari mata kuliah tersebut sebagian besar buruk.
Untuk itulah, ada baiknya jika para dosen mencoba dengan sistem mengajarnya. Misalnya, merubah formasi kursi tempat duduk, apabila biasanya berformasi kelas, cobalah untuk merubahnya melingkar, atau berbentuk U. Bisa juga dengan mengajak mereka keluar kelas, duduk di taman, berdiskusi, semcam mengadan Outdoor Class, dan lagi cara yang dapat dilakukan. Mahasiswa memang dituntut untuk kreatif, tapi tidak ada salahnya jika dosen memulai untuk lebih kreatif.

Dimulai dari tersenyum, berpenampilan yang tidak biasa namun tetap sopan dan sesuai standart Universitas, mengubah nada bicara, cara mengajar bahkan sampai interaksi di luar kelas juga penting dilakukan. Hal lain yang dapat dilakukan seperti mengadakan diskusi di luar kelas. Semua cara ini tidak lain agar para dosen tetap dihormati, namun tetap menyenangkan.


6 Ciri-Ciri Dosen Killer Paling Dihindari Mahasiswa

6 Ciri-Ciri Dosen Killer Paling Dihindari Mahasiswa

dosen killer



Apakah Anda dikenal sebagai dosen yang killer? Antara dosen satu dengan lainnya memang memiliki sifat yang berbeda. Sifat itulah yang diamati oleh orang-orang di sekitar Anda, tak terkecuali mahasiswa. Ada dosen yang ketika mengajar santai, materi yang disampaikan juga ringan, dan bersahabat kepada mahasiswanya. Selain itu, ada pula yang kurang bersahabat, pelit nilai, suka memberi banyak tugas, dan dikenal galak, bisa saja dosen ini dianggap sebagai dosen killer oleh mahasiswanya.
Apa saja ciri-ciri dosen killer yang dihindari kebanyakan mahasiswa?



1. Bahan Ujian dan Bahan Pelajaran Berbeda


Hal yang paling membuat mahasiswa merasa tak suka dengan dosen yang satu ini adalah nilai yang tak pernah sesuai dengan harapan. Dibalik nilai yang mentok tadi, dosen yang satu ini memberikan ujian yang berbeda dengan pelajaran yang biasa dipelajari di kelas. Dosen ini lebih mengutamakan pemahaman mahasiswanya daripada hanya sekedar menghafal teori-teori. Menghafal teori-teori tersebut hanya akan membuat mahasiswa cepat lupa, karena menghafal hanya sebatas ingatan sementara yang tidak bertahan lama. Sehingga ketika ujian dosen ini menggunakan metode uraian penjelasan yang harus dijabarkan menurut pemahaman masing-masing mahasiswa. Hal ini yang membuat kebanyakan mahasiswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari tak keluar dalam ujian, sehingga nilai yang didapatkan tak sesuai dengan harapan.


2. Stick to The Rules

Dosen yang satu ini mempunyai peraturan dan kebijakan sendiri yang diterapkan ketika mengajar mahasiswa di kelasnya. Mahasiswa diwajibkan menaati segala peraturan yang dibuat oleh dosen ini. Mulai dari pakaian dan alas kaki yang dipakai mahasiswa, datang tepat waktu, membatasi jumlah minimal kehadiran, dan masih banyak lagi peraturan yang dibuat untuk menciptakan kelas yang disiplin. Dosen ini juga memberikan hukuman jika ada mahasiswa yang melanggar peraturannya. Hukuman yang diberikan pun bervariasi tergantung tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut.


3. Pelit Nilai

Kamu sebagai mahasiswa tentu hafal dengan karakteristik dosen yang setiap kali kamu mengikuti mata kuliah dosen tersebut nilai yang kamu dapatkan tak jauh-jauh dari B, C, atau D. Seberapa keras kamu belajar dan mencoba untuk mengikuti perkuliahan dosen ini, nilai yang kamu dapatkan selalu mentok tak sesuai dengan yang kamu harapkan. Banyak mahasiswa yang menyebut dosen yang satu ini dengan sebutan dosen pelit nilai. Dosen yang satu ini mempunyai standar nilai yang tinggi ketika memberikan nilai kepada mahasiswanya. Sehingga tak jarang mahasiswa yang mampu mendapatkan nilai A bisa dihitung dengan jari.

Baca juga Lakukan 4 Cara agar Tak Dianggap sebagai Dosen Kaku dan Killer


4. Gemar Memberikan Ujian Dadakan

Tipikal dosen yang satu ini juga paling dibenci oleh kebanyakan mahasiswa. Dosen ini gemar memberikan ujian dadakan di tengah-tengah perkuliahan. Alhasil banyak mahasiswa yang tidak siap ketika dosen ini memberikan ujian dadakan di tengah perkuliahan. Berbagai alasan yang biasa diberikan mahasiswa seperti tak siap, belum belajar, atau belum paham benar materi yang diberikan. Sehingga banyak mahasiswa yang menolak adanya ujian dadakan ini, namun dosen yang dianggap killer ini tak menghiraukan alasan apapun yang diberikan oleh mahasiswanya dan ujian dadakan ini tetap dilaksanakan di tengah perkuliahan.

Banyak mahasiswa yang tak senang dengan dosen killer yang satu ini, bahkan cenderung menghindari jika mendapat dosen ini untuk mengampu mata kuliahnya. Dosen dengan tipikal kiiler dianggap tidak manusiawi dan friendly kepada mahasiswanya, sehingga membuat mahasiswa mendapat nilai yang kurang memuaskan ketika diajar oleh dosen tersebut. Untuk mendapat nilai A pun rasanya mustahil, karena hanya beberapa mahasiswa yang mampu mendapat nilai A. Tak jarang mahasiswa yang biasa-biasa saja hanya mentok dengan nilai B, C, bahkan D. Hal inilah yang membuat mahasiswa harus mengulang mata kuliah yang sama di semester depan untuk mendapatkan nilai yang diharapkan. Dosen killer dianggap sebagai penghambat kelulusan mahasiswa.


5. Menerapkan Sikap Disiplin kepada Mahasiswanya

Dosen yang satuini menerapkan sikap disiplin ketika mengajar di kelas. Segala yang berbau disiplin paling disukai oleh dosen ini. Sejak awal perkuliahan, dosen ini menekankan kepada mahasiswanya untuk bersikap disiplin ketika berada di kelasnya. Bentuk disiplin yang dimaksud seperti:

Datang Tepat Waktu
Mahasiswa tidak diizinkan untuk datang terlambat walaupun hanya 1 menit keterlambatan. Dosen yang satu ini tidak menoleransi keterlambatan yang dilakukan oleh mahasiswanya. Sehingga ketika ada mahasiswa yang datang terlambat, ia terpaksa harus absen dari mata kuliah tersebut dan bisa mengikuti perkuliahan kembali di pertemuan selanjutnya. Ada pula dosen yang langsung memutuskan untuk tidak mengizinkan masuk ke kelasnya selama satu semester berjalan dan wajib mengikuti mata kuliah tersebut di semester depan.

Tidak Mengizinkan Menggunakan Hand Phone Selama Perkuliahan
Dosen yang satu ini tidak mengizinkan mahasiswanya untuk menggunakan hand phone selama mengikuti perkuliahannya, kecuali mendapat telepon penting yang mengharuskan mahasiswanya untuk menjawab. Penggunaan telepon genggam tersebut dianggap akan menganggu kegiatan belajar mengajar di kelas. Terlebih lagi, saat ini semua mahasiswa pasti memiliki ponsel pintar yang menuntut mahasiswa tersebut menggunakan gadget lebih sering. Hal inilah yang menjadikan dosen ini melarang penggunaaan ponsel selama perkuliahan berlangsung.


6. Memberikan Tugas dengan Deadline yang Mepet

Sebagai mahasiswa kamu pasti merasa malas jika diberi tugas atau pekerjaan rumah yang diberikan oleh dosenmu. Tak jarang pula yang menganggap seperti anak sekolahan ketika diberi tugas atau pekerjaan rumah. Diberi tugas saja sudah merasa malas, apalagi jika tugas yang diberikan oleh dosen kiiler yang paling kamu hindari dengan deadline yang mepet. Kamu pasti merasa pusing bagaimana cara mengerjakan tugas tersebut, sedangkan waktu yang diberikan mepet. Jika kamu tak mengerjakan tugas tadi, hukuman yang akan diberikan oleh dosenmu sudah siap di depan mata. Kamu pun mau tak mau harus mengerjakannya jika tak ingin mendapat hukuman.
Meski begitu, di balik dosen killer seperti itu tentu memiliki sisi positif bagi mahasiswa. Dosen ini sebetulnya mendorong mahasiswa agar belajar disiplin sedari kuliah. Sehingga, setelah lulus mahasiswa menjadi pribadi yang disiplin di mana saja.